Padang Pariaman, KlikGenZ – Ramadan menjelang akhir, namun semangat Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis (JKA), tak pernah pudar. Rabu (19/3/2025), dalam Safari Ramadan pamungkasnya, Bupati JKA menyambangi Masjid Taqwa, Nagari Sikucua Tangah, Kecamatan V Koto Kampung Dalam.
Bukan sekadar kunjungan seremonial, di hadapan masyarakat, Bupati menyampaikan pesan mendalam soal esensi pelayanan publik.
“Saya tak ingin ada hati masyarakat yang terluka karena pelayanan kita. Kalau pun pembangunan fisik belum maksimal, setidaknya layani masyarakat dengan sepenuh hati, ikhlas, dan prima,” tegas JKA dengan suara bergetar, menggambarkan betapa berat beban tanggung jawab yang dipikulnya.
Ia menyadari, di tengah keterbatasan anggaran dan kondisi efisiensi saat ini, masyarakat masih memendam banyak harapan.
Terutama soal pembangunan infrastruktur. Jalan-jalan yang rusak dan hampir putus, fasilitas umum yang membutuhkan sentuhan, semua terhampar jelas di depan mata.
“Dimana-mana saya turun, laporan masyarakat selalu sama. Mereka butuh pembangunan fisik dan prasarana. Begitu juga di Nagari Sikucua Tangah ini. Jalan ke SMPN 2 nyaris putus. Jalan penghubung antara V Koto Kampung Dalam dengan V Koto Timur tinggal 1,5 kilometer lagi. Tapi semua butuh biaya besar,” kata Bupati JKA, lirih namun penuh tekad.
Keluhan itu juga disampaikan langsung oleh Wali Nagari Edwarman di hadapan Bupati. Bagi JKA, mendengar langsung suara rakyat adalah bagian dari tugas seorang pemimpin.
“Agak tangilu-ngilu paruik ambo,” ucapnya jujur. Namun ia cepat menepis kekhawatiran itu, “Jangan takut. Insya Allah, semua akan kita upayakan. Kita akan terus berinovasi membangun Padang Pariaman.”
Tak hanya soal jalan dan bangunan, JKA berulang kali menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat adalah hal utama.
“Pelayanan itu tak boleh pilih kasih. Jangan sampai ada masyarakat yang datang ke kantor, lalu pulang dengan perasaan sakit hati. Itu yang saya tidak mau. Jika belum bisa melayani lewat pembangunan fisik, maka layani mereka dengan tutur kata yang baik, senyum tulus, dan niat ikhlas,” pesannya kepada para ASN.
Meski tantangan besar menghadang, JKA tetap optimis. Bahkan di tengah efisiensi anggaran, ia membawa kabar baik.
Beberapa investor sudah mulai melirik Padang Pariaman. “Ada rencana pembangunan SPBU, pengembangan kawasan Pantai Tiram, investasi alat-alat kesehatan, bahkan rencana pembangunan rumah sakit di Sungai Limau,” bebernya.
Bagi JKA, semua itu bukan semata mimpi, tapi cita-cita yang harus diwujudkan bersama.
“Mudah-mudahan ada jalan dan berkah untuk kita semua. Mari kita bangun Padang Pariaman dengan ikhlas. Jangan sampai ada masyarakat yang mengeluh karena pelayanan kita.”
Ramadan boleh berakhir, tapi semangat JKA untuk melayani tak akan pernah padam. Baginya, jabatan adalah amanah, dan rakyat adalah titipan yang harus dijaga hatinya. (*)






