Fajri: Anak Kampung, Mimpi Besar, dan Tangan Terbuka dari Kampus Natsir

Redaksi

Bukittinggi – Beberapa waktu lalu, sebuah potret haru sempat viral di media sosial: seorang remaja bersama ayahnya tertidur di sudut pos satpam. Mereka datang jauh dari kampung, tanpa banyak bekalhanya membawa satu hal paling berharga. Harapan agar sang anak, Fajri, bisa mengikuti UTBK dan menjadi jalan perubahan bagi keluarganya.

Kisah ini menyentuh hati ribuan netizen. Banyak yang turut mendoakan, namun hari ini, Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi memilih untuk tidak hanya mendoakan—mereka bertindak.

Kampus yang berada di bawah naungan YARSI Sumatera Barat ini resmi memberikan beasiswa penuh kepada Fajri. Tak hanya biaya kuliah dan kebutuhan hidup yang ditanggung, lebih dari itu: kampus ini menyematkan kepercayaan bahwa anak-anak dari rumah paling sederhana pun pantas untuk bermimpi besar dan mewujudkannya.

Baca Juga  Dosen Administrasi Publik UMNatsir Bekali Siswa SMAN 4 Payakumbuh Jiwa Kepemimpinan Ala Tokoh Minang

“Pendidikan tinggi adalah eskalator kesuksesan. Menjadi sarjana adalah salah satu cara memutus mata rantai kemiskinan dan mengangkat derajat keluarga. Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi memiliki komitmen untuk berkontribusi dalam membangun sumber daya manusia dan memutus rantai kemiskinan tersebut,” ujar Rektor Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi, Bapak Afridian Wirahadi Ahmad, SE., M.Sc., Ak., CA, saat menyerahkan langsung beasiswa tersebut.

Hari ini, Fajri tak lagi menatap masa depan dari balik kaca pos satpam. Ia berdiri tegak di halaman kampus, mengenakan almamater, dan menggenggam masa depannya.

Baca Juga  Lubang Jepang Masih Jadi Magnet Wisata Sejarah di Bukittinggi, Daya Tarik Tak Pernah Luntur

Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi membuktikan bahwa kampus bukan sekadar gedung dan gelar. Kampus ini adalah rumah bagi para pejuang—tempat bagi mereka yang kerap diremehkan, namun memilih melawan dengan ilmu, tekad, dan keyakinan bahwa masa depan bisa diubah.(*)