Luncurkan Beras Equator, Pemkab Pasaman Buka Ribuan Peluang Kerja

Redaksi
Presentase Persiapan launching oleh Dinas Perikanan & Pangan Kab. Pasaman di Balerong Pusako Anak Nagari, Rabu (25/6/2025). (FajarPR/Kabarterdepan.com)

PASAMAN, KLIKGENZ – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman terus bergerak cepat merealisasikan 10 Program Unggulan (Progul) Bupati Welly Suhery dan Wakil Bupati Parulian Dalimunthe. Salah satu fokus utamanya adalah penciptaan 1.000 lapangan kerja baru dalam 100 hari kerja pertama, yang kini mulai terwujud melalui sektor pangan dan perikanan.

Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Pasaman tengah menyiapkan dua program strategis: Launching Beras Equator dan Demplot Budidaya Perikanan Milenial. Kedua program ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menumbuhkan ekonomi rakyat sekaligus menjadi tonggak pencapaian awal kepemimpinan kepala daerah.

Peluncuran Beras Equator dijadwalkan pada 17 Agustus 2025, bertepatan dengan HUT ke-80 RI. Beras lokal ini merupakan hasil kolaborasi Kilang Padi ARN dan Perum Bulog Bukittinggi dengan dukungan penuh Pemkab. Hingga pertengahan 2025, telah terealisasi pengadaan 930 ton beras hasil panen petani lokal.

Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Pasaman, Muhammad Dwi Richie, menyebut program ini bukan sekadar soal ketahanan pangan, tetapi bukti nyata bahwa Progul dijalankan secara terarah dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Ini langkah konkret menjalankan arahan Bupati dan Wabup, khususnya dalam ketahanan pangan dan penciptaan lapangan kerja,” ujar Richie, Rabu (25/6/2025).

Di sektor perikanan, Pemkab mengembangkan demplot budidaya perikanan milenial yang akan dimulai Agustus 2025. Program ini menyasar generasi muda dan pelaku usaha baru melalui sistem budidaya ikan modern, efisien, dan berkelanjutan.

Fasilitas pendukung yang disiapkan antara lain: pencetakan dan rehabilitasi kolam budidaya dengan eskavator gratis, penerapan smart fishery, pembangunan Pasar Ikan Higienis, serta modernisasi penggilingan padi kecil berbasis listrik.

Pemkab juga memperkuat kelembagaan melalui pembentukan Koperasi Merah Putih sebagai strategi hilirisasi dan pemberdayaan ekonomi lokal.

“Kami yakin sektor pangan dan perikanan adalah kunci menekan pengangguran dan kemiskinan. Seluruh potensi digerakkan untuk menjadikannya pilar utama Progul Pasaman,” tegas Richie.

Ia menambahkan, seluruh program dirancang agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat, terutama di desa dan kecamatan.

“Arahan Pak Bupati jelas: program unggulan harus menyentuh rakyat. Maka setiap kolam, setiap karung beras, harus berdampak nyata pada ekonomi warga,” imbuhnya.

Pemkab Pasaman berharap penguatan sektor pangan dan perikanan dapat menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah, memperluas kesempatan kerja, serta memperkuat ketahanan masyarakat. Seluruh langkah ini diiringi pendekatan teknologi, partisipatif, dan berkelanjutan, sejalan dengan semangat Ekonomi Biru, nilai BerAKHLAK, dan kampanye konsumsi sehat melalui Gerakan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman). (*kabarterdepan.com)