PADANG PARIAMAN, KLIKGENZ – Di tengah upaya efisiensi anggaran pemerintah, seorang pengusaha Toko Mas asal Nagari III Koto Aur Malintang, Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Hj. Yusneti Yossie Ismael Wahid bersama H. Dulhadi dan sejumlah perantau lainnya menjadi sorotan publik.
Mereka viral di media sosial setelah berinisiatif membangun jalan di kampung halaman menggunakan dana pribadi. Jalan yang kini dinamai Jalan H. Ismael Wahid tersebut membentang sepanjang 1.600 meter dengan lebar 8 meter. Sebelumnya, jalan ini hanyalah jalan setapak sempit dan sulit dilalui, kini berubah menjadi jalan dua lajur rabat beton yang bisa dilalui kendaraan roda empat.
Donatur utama pembangunan jalan tersebut adalah Hj. Yusneti Yossie Ismael Wahid, pimpinan Yossie Group, perusahaan jual beli emas dan berlian yang sukses di Cikini Gold Center dan ITC Cempaka Mas, Jakarta Pusat.
Dalam suasana peresmian yang penuh haru, Hj. Yusneti mengenang masa kecilnya yang penuh tantangan di kampung tersebut.
“Dulu kami melewati jalan setapak sempit dan gelap, sering waswas karena rawan binatang buas. Bahkan untuk makan pun kadang tidak ada beras, diganti pisang. Untuk mandi harus berjalan jauh ke sungai,” kenangnya.
“Pengalaman itu membuat kami bertekad suatu hari membangun kampung agar lebih mudah diakses. Alhamdulillah, berkat dukungan Ayahanda H. Azwar Wahid (H. Sagi) dan Mamanda H. Dulhadi Baudi, mimpi masa kecil ini akhirnya terwujud,” ungkap Hj. Yusneti.
Ia juga berpesan agar masyarakat merawat jalan tersebut dengan baik dan memanfaatkannya untuk mendukung aktivitas ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan warga.
“Jalan ini adalah bentuk kasih sayang dan kepedulian kami dari rantau. Semoga membawa manfaat, mempererat silaturahmi, dan membuka peluang baru bagi kampung tercinta,” tambah H. Dulhadi Baudi.
Sementara itu, Bupati Padang Pariaman JKA yang turut meresmikan jalan tersebut menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya terhadap kontribusi luar biasa para perantau.
“Saya sangat terharu dan bangga. Ini contoh nyata gotong royong dan semangat swadaya membangun kampung halaman. Ini benar-benar keren, luar biasa!” ujar Bupati JKA sembari mengacungkan jempol.
Peresmian jalan ini menjadi simbol kepedulian perantau terhadap tanah kelahiran serta inspirasi bagi nagari-nagari lain untuk memperkuat semangat kebersamaan dan kemandirian dalam membangun daerah. (*)






