Pasaman Barat, KlikGenZ – Hingga pertengahan tahun 2025, realisasi penyaluran dana desa di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat telah mencapai 53 persen atau sekitar Rp52,1 miliar dari total anggaran sebesar Rp98,13 miliar.
“Target penyaluran terus kami genjot di 90 nagari yang ada, agar bisa tuntas pada sisa waktu tahun ini,” ujar Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Nagari (DPMN) Pasaman Barat, Syaikul Putra, di Simpang Empat, Senin (1/7).
Syaikul menyebutkan, dana desa yang sudah tersalurkan merupakan tahap pertama. Sementara pencairan tahap kedua direncanakan pada Oktober atau November mendatang.
Ia optimistis seluruh dana desa dapat terserap maksimal dan tepat sasaran sesuai peraturan yang berlaku. Sejumlah program prioritas juga telah dijalankan oleh nagari menggunakan anggaran tersebut.
“Dana desa digunakan untuk berbagai program seperti bantuan langsung tunai (BLT), penguatan ketahanan pangan, sekolah lapangan bagi petani, hingga nagari tanggap bencana,” jelasnya.
Dijelaskannya, alokasi BLT maksimal sebesar 15 persen dari total dana desa, sedangkan untuk program ketahanan pangan minimal 20 persen. Sisanya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing nagari.
Tak hanya itu, dana desa juga dimanfaatkan untuk pembinaan masyarakat, pemberdayaan ekonomi lokal, penyelenggaraan pemerintahan nagari, hingga program pemulihan ekonomi nasional.
“Termasuk mendirikan dan mengembangkan Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag), usaha ekonomi produktif, serta pengembangan desa wisata,” tambahnya.
Program strategis nasional lainnya yang turut didukung melalui dana desa mencakup peningkatan ketahanan pangan nabati dan hewani, pemberdayaan masyarakat, serta upaya menurunkan angka stunting di tingkat nagari. (*)






