PADANG PARIAMAN | KlikGenZ – Dalam upaya mendorong transparansi dan partisipasi publik, Bawaslu Kabupaten Padang Pariaman meluncurkan program inovatif bertajuk Duta Keterbukaan Informasi Publik Inklusif, Jumat (8/8/2025). Program ini melibatkan sembilan generasi muda dari berbagai perguruan tinggi sebagai agen informasi publik yang akan menjembatani lembaga pengawas pemilu dengan masyarakat, termasuk kelompok rentan seperti penyandang disabilitas.
Peluncuran dan pengukuhan duta ini digelar di Ruang Rapat Kantor Bawaslu Kabupaten Padang Pariaman, dihadiri oleh jajaran Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Komisi Informasi (KI) Provinsi Sumbar, dan para tamu undangan lainnya.
Generasi Muda di Garda Terdepan Keterbukaan
Ketua Bawaslu Kabupaten Padang Pariaman, Azwar Mardin, menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah konkret dalam memperluas akses publik terhadap informasi, sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai hak-hak mereka sebagai pemilih dan warga negara.
“Duta informasi ini dibentuk agar generasi milenial dan Gen Z turut menjadi pelopor keterbukaan informasi di lingkungan sekitarnya. Mereka akan menjadi penghubung antara Bawaslu dan masyarakat dalam menyampaikan informasi yang benar dan mendidik,” ujar Azwar.

Adapun sembilan Duta Keterbukaan Informasi yang dikukuhkan berasal dari berbagai kampus, yaitu:
Ade Maharani – Universitas Negeri Padang (UNP)
Anya Alhabibah Khainof – Universitas Negeri Padang (UNP)
Cinta Setia Ningsih – Universitas Sumatera Barat (UNISBAR)
Eka Prastica – STKIP Nasional
Hendri – STIA BNM Pariaman
Hervi Karlina – Universitas Negeri Padang (UNP)
Khairia Petriza – IAI Sumbar Pariaman
Mahesa Putri Kencana – STKIP Nasional
Putri Maharani – STKIP Nasional
Inklusif dan Inspiratif: Inovasi Pertama di Sumbar
Ketua Komisi Informasi Provinsi Sumbar, Musfi Yendra, yang hadir langsung dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif Bawaslu Padang Pariaman.
“Ini adalah inovasi pertama di lingkungan Bawaslu kabupaten/kota se-Sumatera Barat. Kami sangat mengapresiasi pelibatan anak-anak muda, termasuk penyandang disabilitas, sebagai bentuk nyata keterbukaan informasi yang inklusif,” tegas Musfi.
Ia menambahkan bahwa program ini selaras dengan semangat kesetaraan dan hak atas informasi publik bagi semua lapisan masyarakat, yang selama ini diperjuangkan oleh KI Sumbar.
Dukungan Provinsi: Aksi Nyata, Bukan Sekadar Wacana
Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Rinaldi Aulia, turut mendukung penuh program ini. Ia berharap agar para duta dapat benar-benar memahami fungsi dan peran Bawaslu sebelum menyampaikan informasi kepada publik.
“Program ini harus terus dikembangkan. Duta-duta yang sudah dikukuhkan tidak hanya sekadar simbol, tapi harus mampu mengedukasi masyarakat secara aktif dan tepat,” ungkap Rinaldi.

Mendorong Budaya Transparansi
Program Duta Keterbukaan Informasi Publik Inklusif ini menjadi bukti bahwa inovasi dalam pengawasan pemilu tidak melulu bersifat teknokratis, tetapi juga bisa humanis, partisipatif, dan merangkul keberagaman. Bawaslu Padang Pariaman menunjukkan bahwa semangat keterbukaan informasi publik hanya bisa terwujud jika melibatkan publik itu sendiri, khususnya generasi muda sebagai agen perubahan. (*)







