5 Tokoh Terima Pangkat Jenderal Kehormatan dari Presiden Prabowo, Simbol Penghormatan dan Konsolidasi Nasional

Dari Menteri Pertahanan hingga mendiang Gubernur DKI Jakarta, penganugerahan pangkat kehormatan ini mencerminkan penghargaan atas jasa besar di bidang pertahanan, keamanan, dan pembangunan bangsa.

Redaksi
Prabowo berikan pangkat jenderal kehormatan bintang empat. (ANTARA FOTO/ABDAN SYAKURA)

JAKARTA | KlikGenZ — Lima tokoh nasional, baik dari latar militer maupun sipil, resmi menerima anugerah pangkat Jenderal Kehormatan Bintang Empat dari Presiden RI Prabowo Subianto.

Penganugerahan ini berlangsung dalam upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer TNI di Pusat Pendidikan Kopassus, Batujajar, Jawa Barat, Minggu (10/8). Momen ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga bentuk penghargaan negara atas jasa-jasa besar para penerima terhadap pertahanan, keamanan, dan pembangunan bangsa.

1. Sjafrie Sjamsoeddin — Menhan dengan Rekam Jejak Panjang

Menteri Pertahanan RI periode 2024–sekarang ini telah mengabdi puluhan tahun di berbagai lini strategis TNI, mulai dari satuan elite Kopassus hingga pucuk pimpinan di Kementerian Pertahanan. Lahir di Makassar, 30 Oktober 1952, Sjafrie pernah memegang jabatan penting seperti Pangdam Jaya, Kapuspen TNI, hingga Wakil Menhan (2010–2014). Ia juga mengoleksi sederet tanda jasa seperti Bintang Mahaputera Utama dan Master Parachutist Badge dari US Army.

2. Muhammad Herindra — Kepala BIN yang Adhi Makayasa

Pria kelahiran Magelang, 30 November 1964, ini adalah lulusan terbaik Akmil 1987. Sebelum memimpin BIN, Herindra sempat menjabat Wakil Menhan, Inspektur Jenderal TNI, dan Kepala Staf Umum TNI. Kariernya menunjukkan kombinasi kepemimpinan lapangan dan strategi intelijen yang kuat.

3. Agus Sutomo — Eks Danjen Kopassus

Lulus Akmil 1984, Agus menghabiskan sebagian besar kariernya di satuan elite. Pernah menjabat Danpaspampres (2011–2012) dan Danjen Kopassus (2012–2014), ia juga sempat menjadi Irjen Kementerian Pertahanan. Kini ia berkiprah di sektor swasta sebagai Dirut PT Agrinas Palma Nusantara.

4. Ali Sadikin — ‘Bang Ali’ Sang Pembangun Jakarta

Mendiang mantan Gubernur DKI Jakarta ini dikenal visioner sekaligus kontroversial. Lahir di Sumedang, 7 Juli 1927, Bang Ali mengubah wajah ibu kota dengan proyek-proyek monumental seperti TIM, Ragunan, Ancol, hingga Taman Ria Monas. Kebijakannya memanfaatkan pajak judi untuk pembangunan memicu pro-kontra, namun meninggalkan warisan infrastruktur kota yang signifikan.

5. Yunus Yosfiah — Tokoh Kebebasan Pers

Lahir di Rappang, Sulawesi Barat, 7 Agustus 1944, Yunus adalah mantan Menteri Penerangan di era BJ Habibie. Kebijakannya melonggarkan SIUPP menjadi tonggak kebebasan pers pasca-reformasi. Karier militernya meliputi jabatan Pangdam II/Sriwijaya hingga Kepala Staf Sosial Politik ABRI, sebelum terjun ke dunia politik.

Simbol Penghormatan dan Pesan Politik

Penganugerahan pangkat kehormatan ini bukan hanya pengakuan atas jasa individu, tetapi juga pesan simbolis tentang konsolidasi kekuatan nasional di bawah kepemimpinan Prabowo. Dari tokoh militer aktif hingga mendiang pejabat sipil, kelima nama ini mencerminkan lintasan sejarah pertahanan, keamanan, dan pembangunan Indonesia.