News  

Kronologi Kecelakaan Kereta Tabrak Minibus di Padang, Dua Siswi Meninggal di Tempat

Kronologi Lengkap Kecelakaan: Detik-Detik Mobil Tertabrak Kereta

Rafi Dirga Maulana
Doc : infosumbar.net

PADANG | KlikGenZ – Pagi yang seharusnya cerah berubah menjadi kelabu setelah sebuah kecelakaan tragis merenggut nyawa dua siswi SMA Negeri 10 Padang. Pada hari Kamis, 21 Agustus 2025, sekitar pukul 09.30 WIB, sebuah mobil minibus yang ditumpangi tujuh siswi ditabrak oleh Kereta Api Minangkabau Ekspres di perlintasan tanpa palang pintu, Jalan Jati, Kota Padang. Insiden maut ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan seluruh warga sekolah.

Menurut kesaksian warga dan data dari kepolisian, mobil minibus dengan plat nomor BA 1042 BQ itu dikemudikan oleh salah satu siswi, Aulia (16 tahun), dan melaju dari arah Jati Parak Salai. Saat hendak melintasi rel kereta api, diduga pengemudi tidak menyadari bahwa dari arah Simpang Aru menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM) sedang melintas kereta api dengan kecepatan tinggi. Tanpa adanya palang pintu atau penjaga di lokasi, tabrakan pun tak terhindarkan.

“Suaranya sangat keras sekali. Mobilnya langsung terpental dan terseret sampai sekitar 10 meter dari perlintasan,” tutur seorang saksi mata yang enggan disebutkan namanya. “Kondisi mobil hancur di bagian depan dan samping. Kami langsung berusaha menolong, tapi dua orang sudah terlihat tidak bergerak.”

Dua korban yang meninggal dunia di lokasi kejadian adalah Nabila Khairunnisa (17 tahun) dan Azzura Firmanda (17 tahun). Keduanya mengalami luka serius di bagian kepala dan dada. Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa Nabila adalah putri dari Kapolres Solok Kota, AKBP Mas’ud Ahmad. Sementara itu, lima siswi lainnya yang berada di dalam mobil, termasuk sang pengemudi, berhasil selamat namun mengalami luka-luka. Dua di antaranya kini dirawat intensif dengan luka berat.

Saat ini, Satuan Lalu Lintas Polresta Padang masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Dugaan awal mengarah pada kelalaian pengemudi yang tidak berhati-hati saat melintasi rel. Peristiwa ini menambah panjang daftar kecelakaan di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Indonesia.

Kecelakaan tragis ini menjadi pengingat bagi pemerintah dan masyarakat akan pentingnya meningkatkan keamanan di perlintasan kereta api. Perlu ada evaluasi ulang terhadap perlintasan tanpa palang pintu, serta sosialisasi yang lebih gencar agar pengguna jalan lebih waspada dan tidak terburu-buru saat melintas.