PADANG | KlikGenZ — Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Cipayung Plus dan Aliansi BEM Lintas Kampus hari ini berhasil menunjukkan sebuah model demokrasi yang matang dan bermartabat. Aksi unjuk rasa mereka di depan Kantor DPRD Provinsi Sumatera Barat berjalan sangat tertib, aman, dan kondusif, membuktikan bahwa aspirasi dapat disampaikan tanpa harus menimbulkan kekacauan. Fenomena ini pun dengan cepat menjadi viral di media sosial, khususnya Platform seperti TikTok serta Instagram, dengan tagar #DemoSumbarSantun.
Aksi damai yang melibatkan organisasi-organisasi Kemahasiswaan terkemuka seperti HMI, PMII, IMM, GMNI, dan banyak lainnya. ini bukan sekadar unjuk kekuatan, melainkan perwujudan dari nilai-nilai luhur budaya. Para peserta aksi menjaga etika dan norma dalam setiap langkah, mulai dari saat mereka berkumpul hingga saat bubar. Mereka berbaris rapi, melantunkan orasi dengan teratur, dan bahkan ada yang terlihat ikut membersihkan sampah setelah aksi selesai. Sikap ini menunjukkan kedewasaan dan komitmen mereka untuk menyampaikan tuntutan dengan cara yang konstruktif.
Aparat kepolisian yang mengamankan jalannya aksi juga mengapresiasi tinggi disiplin massa. Kapolresta Padang, Kombes Pol. Eko Rudianto, secara khusus menyampaikan penghargaan atas kerja sama yang terjalin. “Kami sangat menghargai niat baik para mahasiswa. Ini adalah contoh luar biasa, menunjukkan bahwa aspirasi publik bisa disampaikan secara efektif dan damai,” ujarnya.
Kesantunan para demonstran mendapat respons langsung dari pemerintah daerah. Wakil Gubernur Sumbar, Vasco Ruseimy, menemui langsung perwakilan massa dan menyampaikan apresiasinya. Dalam pertemuan tersebut, Vasco tidak hanya memuji cara aksi yang tertib, tetapi juga menyampaikan pesan penting.
“Aksi unjuk rasa yang tertib dan damai seperti ini adalah bukti bahwa adik-adik mahasiswa adalah orang-orang yang cerdas, dan mereka paham hukum,” ujar Vasco, menunjukkan bahwa ia melihat unjuk rasa ini sebagai tindakan yang cerdas, bukan sekadar luapan emosi.
Lebih lanjut, Vasco juga mengingatkan para mahasiswa agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak luar yang mungkin ingin menyusup dan merusak jalannya demonstrasi. Ia menekankan bahwa kondusivitas daerah harus dijaga, dan setiap tuntutan harus disampaikan secara konstruktif untuk menghasilkan solusi bersama. Dialog yang terjalin antara pemerintah dan mahasiswa di lokasi aksi ini semakin mengukuhkan bahwa komunikasi yang baik dan saling menghormati adalah kunci utama dalam menyelesaikan perbedaan, menjadikan aksi ini sebagai teladan bagi daerah lain.






