Nasrul Hamdani Siap Nahkodai Ekonomi Kerakyatan melalui BUMDesma Amal Makmur Bersama IV Koto Aur Malintang

Menggerakkan Sinergi Nagari dan Rantau untuk Ekonomi Desa yang Mandiri

Rafi Dirga Maulana
Dok : NHD

IV KOTO AUR MALINTANG | KlikGenZ — Musyawarah Antar Nagari (MAN) yang digelar pada 30 Juli 2025 di Kantor Camat IV Koto Aur Malintang resmi menetapkan Nasrul Hamdani sebagai Direktur BUMDesma Amal Makmur Bersama, lembaga usaha milik bersama antar nagari di wilayah Kecamatan IV Koto Aur Malintang. Penetapan ini merupakan hasil akhir dari proses rekrutmen yang dilakukan oleh para pemegang saham melalui Badan Kerjasama Antar Nagari (BKAN) yang terdiri dari Lima Nagari yang ada di Kecamatan IV Koto Aur Malintang.

BUMDesma Amal Makmur Bersama merupakan hasil transformasi dari eks Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM Mandiri yang kini beroperasi berdasarkan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma). Lembaga ini memegang peran penting dalam mengelola dan mengembangkan potensi ekonomi antar nagari secara kolektif dan berkelanjutan.

Nasrul Hamdani dikenal sebagai salah satu putra terbaik Nagari III Koto Aur Malintang Selatan dengan rekam jejak panjang di bidang sosial, kepemudaan, dan tata kelola pemerintahan kecamatan. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pemilu Serentak 2019 dan Ketua Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Pilkada 2020. Selain itu, Nasrul aktif di berbagai organisasi, seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), KNPI Kabupaten Padang Pariaman, Pemuda Muhammadiyah, Karang Taruna Nagari, Dewan Pembina Ikatan Mahasiswa IV Koto Aur Malintang (IMAKO) pada tahun 2017, serta Dewan Pembina Garda Muda Aur Malintang Selatan.

Dalam arah kepemimpinannya di BUMDesma, Nasrul menegaskan bahwa pengembangan unit usaha tidak hanya bergantung pada modal dari lima nagari pemegang saham, tetapi juga memanfaatkan potensi swadaya masyarakat yang belum tergali secara optimal. Ia yakin kekuatan ekonomi BUMDesma dapat diperkuat melalui sinergi elemen lokal, termasuk tokoh rantau dengan jaringan dan sumber daya finansial yang siap berkontribusi dalam pembangunan ekonomi desa.

Wilayah Kecamatan IV Koto Aur Malintang memiliki potensi alam yang besar, terutama di sektor pertanian dan perkebunan. Lahan subur membuka peluang pengembangan unit usaha baru berbasis ketahanan pangan dan komoditas unggulan lokal. Nasrul berkomitmen mengoptimalkan potensi tersebut dengan usaha yang inovatif dan berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha kecil.

Nasrul juga menekankan pentingnya tata kelola yang transparan dan berbasis teknologi informasi untuk menjamin efektivitas serta akuntabilitas pengelolaan BUMDesma. Tiga misi utama yang diusungnya meliputi penguatan program Simpan Pinjam Perempuan (SPP), pengembangan unit usaha ketahanan pangan, dan reformasi sistem digitalisasi pengelolaan lembaga.

“BUMDesma tidak hanya bergantung pada modal dari pemerintahan nagari saja. Ke depan, kami sangat berharap kepercayaan dan dukungan dari masyarakat ranah maupun tokoh rantau yang siap menginvestasikan modalnya dalam pengembangan BUMDesma. Potensi swadaya dan peran aktif tokoh rantau menjadi kunci penting untuk memperkuat ekonomi lokal. Dengan memanfaatkan lahan serta sumber daya yang ada, kita bersama-sama membangun ekonomi mandiri yang nyata, berkelanjutan, dan memberikan manfaat luas bagi seluruh masyarakat. Tentunya, semua ini akan dijalankan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas yang terjamin, agar setiap investasi benar-benar berdampak pada kesejahteraan rakyat,” ujar Nasrul.

Kepemimpinan Nasrul Hamdani diharapkan menjadi angin segar bagi masyarakat Kecamatan IV Koto Aur Malintang, dengan harapan BUMDesma Amal Makmur Bersama dapat menjadi motor penggerak ekonomi antar nagari yang inklusif, profesional, dan berbasis potensi lokal. Langkah ini menjadi simbol nyata bahwa pembangunan desa dapat dimulai dari sinergi sumber daya internal, dukungan tokoh rantau, dan pengelolaan modern yang berpihak pada kesejahteraan bersama.