News  

SASTRA: Cerita Fantasi “Tiga Kekuatan Super Ajaib”

Oleh - Ainni Faidaasmi (Siswa SMP Negeri 2 Bukittinggi)

Redaksi

Di suatu desa hiduplah sebuah keluarga kecil yang bahagia. Mereka terdiri dari Ayah Ibu dan tiga orang bersaudara yang bernama Ila Nisa dan Deva.

Penulis: Ainni Faidaasmi, Siswa SMP Negeri 2 Bukittinggi, Sumatera Barat.

Deva adalah anak pertama, kakak kedua Nisa dan si bungsu bernama Ila. Mereka adalah kakak dan adik yang hidup rukun dan damai.

Pada suatu ketika mereka ingin pergi ke suatu tempat yang misterius. Siapa sangka Ila Deva dan Nisa jatuh ke jurang. Setiba Ibu dan Ayah tahu bergegas mencari informasi ke warga sekitar tentang ketiga anaknya diinfokan bahwa anak itu sudah di bawa ke rumah sakit terdekat.

Ayah ibu bergegas ke rumah sakit tersebut dikabarkan bahwa Ila Deva Nisa mengalami koma, terjadi selama 7 hari. Saat ia sudah terbangun ketiga anak itu merasa ada yang aneh pada dirinya. Ia mendapatkan informasi dari dokter bahwa mereka bertiga dibolehkan untuk pulang.

Setelah sampai di rumah, Nisa ingin ke kamar mandi. Selesainya dari kamar mandi Nisa tergelincir di depan pintu kamar. Tapi anehnya ia tidak dapat merasakan rasa sakit sama sekali. Bahkan kakinya luka tidak dapat merasakan rasa sakit. Nisa berpikir positif saja dan melanjutkan aktivitasnya.

Pada saat Nisa turun tangga Ila dapat mendengar isi hati Nisa, Ila merasa aneh pada dirinya tetapi Ila tetap memikirkan yang positif saja ia berkata “Ah mungkin perasaanku saja”.

Ila segera melakukan pekerjaan yang beritahukan dari Deva. Saat Deva ingin merenungkan diri seketika dunia Hening dan suara tidak terdengar sama sekali pergerakan pun berhenti. Sejenak saat Deva tersadar suara gerakan dan lain-lain seketika bergerak ia merasa sangat aneh sekali pada dirinya dan dunia. Tetapi ia berpikir positif saja, ia merasa hanya perasaannya saja karena ia sedang merenungkan diri pada malam hari.

Deva masih heran pada dirinya ia segera memanggil Nisa dan Ila ke kamarnya. Dia menceritakan semua yang ia rasakan pada siang hari tadi ternyata Nisa berkata, “Wow ternyata bukan aku saja yang merasakan hal aneh ini”. Ila menjawab “Wah aku juga begitu Apakah ini efek dari koma?”

Deva bertanya apa yang telah terjadi pada Nisa dan Ila, Nisa menjawab bahwa ia tidak dapat merasakan rasa sakit dan Ila menjawab ia dapat mendengar isi hati orang yang di sekitar nya.

Seketika itu mereka perlahan melupakan masalah yang terjadi pada diri mereka tersebut. Esok hari nya Ila saat sedang bersekolah ia mendengar isi hati musuhnya bahwa musuhnya ingin mencelakai Ila. Ila segera menyamperi musuhnya dan menanyakan apakah ia ingin mencelakai Ila. Ternyata musuh Ila tidak mengakui apa yang ia katakan dalam hatinya. Muncullah perdebatan seketika itu ia mengakui perkataan yang di katakan dalam hati nya. Tetapi musuh nya heran pada ila, bagaimana ia tau? Tetapi musuh nya tersebut menganggap Ila mungkin mendapatkan info ini dari temanku, seketika Ila dan musuh nya berdamai.

Seketika itu mereka bertiga semakin terbiasa dengan kekuatan masing-masing dan merahasiakan dari kedua orang tua nya. Namun menggunakan kekuatan mereka untuk membantu orang-orang di sekitar mereka.

Ila menggunakan kemampuan mendengar isi hati untuk membantu menyelesaikan konflik, Nisa menggunakan ketidakrasaannya untuk menjadi penyelamat dalam situasi berbahaya, dan Deva menggunakan kemampuan menghentikan waktu untuk mencegah kejadian buruk.

Mereka menjadi tim yang kompak dan kuat, menggunakan kekuatan mereka untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik. Dan perlahan-lahan, mereka mulai memahami bahwa kekuatan super mereka bukanlah kutukan, melainkan anugerah yang dapat digunakan untuk kebaikan. ***