Pemulihan Mendesak: Akses Warga Terputus, Kerusakan Infrastruktur Padang Pariaman Capai Rp284 Miliar

Akses transportasi, pendidikan, hingga pertanian lumpuh, pemerintah daerah berharap dukungan pusat untuk percepatan pemulihan.

Redaksi
Foto : Istimewa

Padang Pariaman | KlikGenZ – Rangkaian bencana banjir bandang, galodo, dan longsor yang melanda Kabupaten Padang Pariaman selama hampir sepekan meninggalkan dampak berat pada sarana vital masyarakat. Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menunjukkan, nilai kerusakan infrastruktur sudah menembus Rp284,12 miliar dan berpotensi bertambah.

Kepala Pelaksana BPBD Padang Pariaman, Emri Nurman, menyebut skala kerusakan kali ini menempatkan banyak wilayah dalam kondisi darurat akses.

“Hampir semua sektor terhantam. Pemulihan cepat butuh kolaborasi, bukan hanya dari daerah,” tegasnya, Sabtu (29/11).

Jalan Amblas, Warga Terisolasi

Sebanyak 16 ruas jalan rusak berat, beberapa di antaranya amblas total sehingga aktivitas masyarakat terganggu. Jalur strategis seperti Padang Baru–Kalawi, Jambak–Lubuk Simantuang, hingga Padang Kajai–Ulu Banda kini sulit dilalui kendaraan.

“Transportasi warga terputus, distribusi bantuan pun terhambat. Ini harus segera dipulihkan,” ujar Emri.

19 Jembatan Rusak, Jalur Bantuan Terkendala

Bencana turut menghantam 19 jembatan, termasuk penghubung antarnagari dan jalur logistik bantuan bencana. Sebagian jembatan di Batang Sariak, Duku Kasang, Aia Bajau, Lubuak Tano, hingga PLTA Singkarak Asam Pulau terancam putus.

“Jika jembatan tak segera ditangani, pemulihan ekonomi masyarakat akan makin berat,” tambahnya.

Sekolah Hancur, Pendidikan Terancam Terhenti

Dua bangunan sekolah, SDN 10 Batang Gasan dan SDN 05 Batang Anai, tertimbun material longsor. Pemerintah daerah kini menyusun alternatif agar kegiatan belajar tidak mandek.

Ancaman Ketahanan Pangan

Kerusakan pada 24 saluran irigasi serta Bendungan Lubuak Sikoci membuat petani waswas menghadapi gagal panen.

“Air adalah kehidupan bagi petani. Bila irigasi mati, risiko krisis pangan lokal meningkat,” jelas Emri.

Seruan Dukungan Pemerintah Pusat

Dengan besarnya skala kerusakan yang menjalar pada hampir seluruh wilayah, BPBD menegaskan perlunya intervensi pusat untuk mempercepat pemulihan.

“Daerah tidak mampu bekerja sendiri. Pemulihan harus segera menyentuh sektor-sektor vital agar masyarakat bisa bangkit kembali,” tutup Emri.*