Jakarta | KlikGenZ — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi di Sumatra terus bertambah. Hingga Minggu (14/12/2025), total korban meninggal tercatat 1.016 jiwa.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebutkan penambahan korban berasal dari hasil operasi pencarian dan pertolongan terbaru di lapangan.
“Hari ini ditemukan tambahan 10 jasad, sembilan di Aceh dan satu di Kabupaten Agam. Total korban meninggal yang sebelumnya 1.006 jiwa kini menjadi 1.016 jiwa,” kata Abdul Muhari dalam konferensi pers, Minggu.
Sementara itu, jumlah korban hilang dan masih dalam pencarian tercatat berkurang lima orang, dari sebelumnya 217 menjadi 212 orang. BNPB menjelaskan, perubahan data tersebut dipengaruhi proses identifikasi korban yang masih berlangsung.
“Data korban hilang tidak selalu berasal dari temuan jasad. Ada juga korban yang sebelumnya sudah ditemukan namun baru teridentifikasi, termasuk klarifikasi domisili korban antarwilayah,” ujarnya.
BNPB juga mencatat adanya penurunan jumlah pengungsi dari sekitar 654 ribu orang menjadi 624.670 orang. Namun, angka tersebut masih dalam tahap verifikasi lanjutan.
“Kami masih memastikan apakah pengurangan ini karena pengungsi sudah kembali ke rumah atau berpindah ke pengungsian mandiri yang tetap membutuhkan suplai logistik,” tambah Abdul.
BNPB memastikan proses pencarian korban, pendataan, serta distribusi bantuan kemanusiaan akan terus dilakukan secara intensif di seluruh wilayah terdampak bencana.*
(CNN Indonesia)






