DVI Polda Sumbar Identifikasi 221 Korban Banjir Bandang, 29 Masih Tanpa Identitas

Di balik evakuasi dan pencarian, DVI Polda Sumbar berpacu dengan waktu demi memberi kepastian bagi keluarga korban.

Redaksi
Evakuasi warga Batu Busuk, Lambung Bukit, Kota Padang saat banjir bandang kembali melanda wilayah tersebut pada Minggu (14/12/2025). (Foto: Istimewa)

PADANG | KLIKGENZ — Gelombang banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah di Sumatera Barat (Sumbar) terus meninggalkan duka mendalam. Di tengah proses evakuasi, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumbar bekerja tanpa henti memastikan setiap korban dikenali secara pasti agar keluarga mendapat kepastian.

Hingga Kamis (25/12/2025) pukul 20.00 WIB, laporan resmi mencatat 250 orang meninggal dunia, dengan 221 korban telah berhasil diidentifikasi.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Plt Kabid Dokkes) Polda Sumbar, AKBP dr Faizal, menyebut jumlah korban teridentifikasi relatif berimbang antara laki-laki dan perempuan.

“Sebanyak 110 korban laki-laki dan 111 perempuan telah teridentifikasi. Masih ada 29 korban tanpa identitas, terdiri dari 12 laki-laki dan 9 perempuan, serta sejumlah potongan tubuh yang memerlukan pemeriksaan forensik lanjutan,” ujar dr Faizal dalam keterangan tertulis, Kamis malam.

Tantangan Berat Tim DVI
Dalam proses identifikasi, tim DVI menghadapi tantangan besar. Sejumlah temuan berupa potongan tubuh, mulai dari paha, tungkai bawah, kaki kanan, pergelangan kaki kiri ke bawah, bagian pinggang hingga tubuh dari kepala sampai perut.

Baca Juga  PDAM Tirta Anai Survei SPAM Lubuk Bonta, Percepat Pemulihan Air Bersih Pascabencana di Padang Pariaman

“Setiap temuan harus dicocokkan secara ilmiah menggunakan prosedur identifikasi yang ketat agar tidak terjadi kekeliruan,” tegasnya.

Data Korban per Posko DVI
Berikut rincian data korban meninggal di masing-masing posko DVI:

Posko DVI Padang (DVI Polresta & RSUD Rasidin):
5 korban meninggal, seluruhnya teridentifikasi (3 laki-laki, 2 perempuan).

RS Bhayangkara Tk III Padang:
67 korban meninggal.
48 korban telah teridentifikasi (30 laki-laki, 18 perempuan).
19 korban belum teridentifikasi, termasuk potongan tubuh.

Posko DVI Agam:
143 korban meninggal.
133 korban teridentifikasi (58 laki-laki, 75 perempuan).
10 korban masih belum diketahui identitasnya.

Temuan lain meliputi potongan pergelangan kaki kiri, dua potongan tubuh dari pinggang ke bawah, potongan tubuh dari kepala hingga perut, serta satu potongan badan perempuan.

Pasaman Barat:
4 korban meninggal, seluruhnya teridentifikasi (3 laki-laki, 1 perempuan).

Bukittinggi:
14 korban meninggal, seluruhnya teridentifikasi (7 laki-laki, 7 perempuan).

Padang Panjang:
17 korban meninggal, seluruhnya teridentifikasi (9 laki-laki, 8 perempuan).

Baca Juga  Diduga Tak Dengar Peringatan, MinibusTertabrak Kereta di Padang Pariaman

Solok Kota:
Belum ada laporan korban meninggal.

Korban Hilang dan Perawatan Medis
Selain korban meninggal, hingga kini 83 orang masih dinyatakan hilang, terdiri dari 44 laki-laki dan 39 perempuan. Tim gabungan terus melakukan pencarian dan mencocokkan data ante-mortem dan post-mortem.

Sementara itu, 20 orang masih menjalani perawatan medis, dengan rincian:

RSUD Agam: 17 pasien (6 laki-laki, 11 perempuan)

RSUD Padang Panjang: 1 pasien laki-laki

RSUD Rasidin Padang: 2 pasien (1 laki-laki, 1 perempuan)

RSUD Kota Solok: nihil pasien

Kemanusiaan Jadi Prioritas
“Kerja DVI bukan sekadar memastikan akurasi data, tetapi juga memberikan kepastian bagi keluarga korban. Identifikasi dilakukan secara sistematis melalui sidik jari, rekam medis, hingga ciri khusus, dengan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan,” kata dr Faizal.

Ia menegaskan koordinasi lintas posko terus diperkuat agar data korban terpadu dan transparan.

“Meski tantangan masih besar, tim forensik berkomitmen menuntaskan identifikasi hingga korban terakhir ditemukan,” tutupnya.

Sumber berita: dilansir dari sumbardaily.com.