SUMATERA | KLIKGENZ – Respons cepat kepala daerah dalam menangani bencana alam di berbagai wilayah Sumatera menjadi sorotan tajam publik. Mulai dari banjir bandang, longsor hingga cuaca ekstrem, kehadiran langsung bupati, wali kota, hingga gubernur di lapangan dinilai sebagai indikator utama kepemimpinan saat krisis.
Berdasarkan rangkuman pemberitaan sejumlah media nasional dan daerah, serta respons netizen di media sosial, beberapa kepala daerah dinilai paling gercep dalam merespons bencana.
Bobby Nasution Paling Banyak Disorot
Nama Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menjadi salah satu yang paling sering disebut. Dalam sejumlah bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumut, Bobby tercatat turun langsung ke lokasi terdampak, memimpin evakuasi warga, membuka akses jalan terputus, hingga memastikan distribusi logistik ke daerah terisolasi.
Sejumlah media nasional menyoroti langkah cepat Pemerintah Provinsi Sumut yang langsung menetapkan status tanggap darurat serta melibatkan TNI dan Polri untuk percepatan penanganan.
Respons netizen pun terbelah. Di satu sisi, banyak warganet mengapresiasi kehadiran langsung gubernur di lapangan. Di sisi lain, beberapa aksi simbolik seperti penyaluran bantuan menggunakan helikopter sempat menuai kritik, namun juga dibela sebagai solusi cepat untuk wilayah yang sulit dijangkau.
“Turun langsung itu penting, tapi yang utama dampaknya ke warga,” tulis salah satu netizen di kolom komentar media sosial.
Wali Kota Binjai Tuai Apresiasi Lokal
Selain tingkat provinsi, respons cepat juga ditunjukkan kepala daerah di level kota. Wali Kota Binjai Amir Hamzah mendapat apresiasi dari masyarakat dan organisasi kepemudaan setempat karena sigap turun ke titik banjir, meninjau pengungsian, serta memastikan bantuan segera disalurkan.
Media lokal menilai langkah wali kota yang aktif memantau langsung kondisi warga sebagai bentuk kepemimpinan yang responsif dan dekat dengan masyarakat.
Kontras dengan Daerah yang Kewalahan
Di sisi lain, sejumlah pemberitaan juga menyoroti daerah-daerah di Sumatera yang mengaku kewalahan menangani bencana akibat keterbatasan anggaran dan sumber daya. Beberapa kepala daerah bahkan secara terbuka menyampaikan perlunya intervensi pemerintah pusat.
Kondisi ini memunculkan perbandingan tajam di ruang publik. Netizen ramai membandingkan daerah yang dinilai sigap dengan daerah yang lambat merespons, terutama dalam hal evakuasi, logistik, dan komunikasi krisis.
Netizen Soroti Kehadiran dan Kecepatan
Di media sosial, pola komentar netizen relatif konsisten: kehadiran fisik kepala daerah di lokasi bencana dan kecepatan pengambilan keputusan menjadi dua faktor utama penilaian publik.
“Bukan soal pencitraan, tapi cepat atau tidaknya warga diselamatkan,” tulis warganet lainnya.
Pengamat kebijakan publik menilai fenomena ini menunjukkan meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap pemimpin daerah, khususnya dalam situasi darurat.
Ujian Kepemimpinan di Tengah Bencana
Bencana alam kembali membuktikan bahwa kecepatan respons menjadi ujian nyata kepemimpinan kepala daerah. Publik kini tak hanya menilai dari pernyataan, tetapi dari tindakan konkret di lapangan.
Dengan intensitas bencana yang diprediksi masih tinggi akibat cuaca ekstrem, masyarakat berharap seluruh kepala daerah di Sumatera dapat memperkuat kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor demi meminimalkan dampak bagi warga. [*]





