PANGANDARAN | KLIKGENZ – Dua atlet terjun payung meninggal dunia dalam insiden kecelakaan saat kegiatan terjun payung di Perairan Laut Bojongsalawe, Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Selasa (30/12/2025).
Kepala Kepolisian Resor Pangandaran AKBP Andri Kurniawan membenarkan kedua korban masing-masing bernama Rusli (63), kelahiran Medan, 7 Oktober 1961, dan Widiasih (58), kelahiran Bandung, 27 Juni 1967, warga Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kedua korban dinyatakan meninggal dunia akibat tenggelam,” kata Andri, dilansir dari ANTARA.
Insiden terjadi sekitar pukul 11.00 WIB saat kegiatan terjun payung yang digelar di wilayah perairan Pangandaran. Petugas menerima laporan adanya penerjun yang jatuh ke laut dan segera mengerahkan tim gabungan dari Basarnas, Polairud, TNI, tim kesehatan, serta instansi terkait.
Korban pertama, Rusli, ditemukan lebih dahulu dalam kondisi meninggal dunia. Sementara Widiasih sempat dilaporkan hilang sebelum akhirnya ditemukan dan dinyatakan meninggal dunia.
Polisi telah melakukan serangkaian langkah penanganan, mulai dari mendatangi lokasi kejadian, koordinasi lintas instansi, evakuasi korban, hingga pencarian korban hilang bersama Basarnas dan unsur terkait.
Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula saat pesawat latih Cessna 185 PK-SRC milik Fly School Ganesha lepas landas dari Bandara Nusawiru sekitar pukul 10.15 WIB dengan membawa lima atlet terjun payung dalam rangka Kejuaraan Daerah Provinsi Jawa Barat.
Pada ketinggian sekitar 10.000 kaki, terjadi perubahan arah angin yang cukup signifikan sehingga kelima penerjun kehilangan kendali dan arah pendaratan.
“Akibat perubahan angin tersebut, tiga penerjun berhasil mendarat darurat di Pantai Bojongsalawe dalam kondisi selamat, sementara dua penerjun lainnya jatuh ke perairan laut,” jelas Andri.
Pihak kepolisian menegaskan kegiatan terjun payung tersebut dihentikan sementara hingga waktu yang belum ditentukan. Selain itu, kegiatan kejuaraan tersebut diketahui tidak diberitahukan sebelumnya kepada Polres Pangandaran.
AKBP Andri Kurniawan mengimbau seluruh penyelenggara olahraga ekstrem maupun wisata udara untuk selalu berkoordinasi dengan aparat keamanan serta memperhatikan faktor keselamatan dan kondisi cuaca guna mencegah kejadian serupa terulang.





