Hujan Deras Kembali Guyur Sumbar, Debit Sungai Naik dan Banjir Rendam Sejumlah Wilayah

BMKG keluarkan peringatan dini cuaca buruk, BPBD Sumbar siagakan alat berat dan lanjutkan normalisasi sungai

Redaksi
Dok. Fb uda chi do

PADANG | KLIKGENZ – Hujan deras kembali melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat (Sumbar), Selasa (30/12/2025) siang. Akibatnya, debit air sungai di beberapa daerah yang sebelumnya terdampak bencana kembali mengalami peningkatan signifikan.

Pantauan di lapangan menunjukkan Sungai Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Kota Padang, mengalami kenaikan debit air dengan kondisi keruh hingga berwarna cokelat. Selain itu, banjir juga kembali melanda wilayah Salareh Aia, Palembayan, Kabupaten Agam.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau sebelumnya telah merilis peringatan dini cuaca buruk di Sumbar. Wilayah yang berpotensi terdampak hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang meliputi Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, serta Kota Padang, Kota Solok, Kota Sawahlunto, dan Kota Bukittinggi.

Baca Juga  Peringatan Cuaca Ekstrem BMKG 3–5 Januari 2026, Hujan Lebat Ancam 37 Provinsi

Dampak hujan deras juga diperkirakan meluas ke wilayah lain, seperti Kabupaten Sijunjung, Kota Padang Panjang, Kota Payakumbuh, Kota Pariaman, serta sejumlah kabupaten dan kota lainnya di Sumatera Barat.

Juru Bicara BPBD Sumbar, Ilham Wahab, mengatakan hingga saat ini status tanggap darurat masih diberlakukan di sejumlah titik rawan bencana. Alat berat tetap disiagakan untuk pembersihan material banjir dan mendukung proses evakuasi warga.

“Seluruh mekanisme kedaruratan masih berjalan. Kami tetap siaga dan terus memantau kondisi kerawanan di lapangan,” ujar Ilham.

Normalisasi Sungai Bertahap

Ilham menjelaskan, pemantauan juga dilakukan di kawasan Batu Busuk. Namun, alat berat yang sebelumnya disiagakan di lokasi tersebut saat ini dialihkan sementara untuk mendukung pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak.

Selain itu, proses normalisasi sungai telah mulai dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan kewenangan masing-masing instansi. Pemerintah daerah juga menyiapkan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

“Upaya normalisasi sungai sudah dimulai. Titik sungainya cukup banyak, sehingga penanganan dilakukan secara bertahap,” katanya