News  

Sherly Annavita Diteror Usai Kritik Penanganan Bencana Sumatera: Mobil Dicoret dan Rumah Dilempari Telur

Aksi Intimidasi Terhadap Kreator Konten Viral di Jakarta, Korban Mengaku Dikirimi Surat Ancaman Agar Berhenti Bersuara.

Rafi Dirga Maulana
Dok : Instagram : @sherlyannavita

JAKARTA|KlikGenZ — Kreator konten sekaligus influencer Sherly Annavita Rahmi melaporkan adanya serangkaian aksi teror yang menimpa dirinya. Intimidasi tersebut diduga kuat berkaitan dengan sikap kritisnya dalam menyoroti penanganan bencana alam yang melanda wilayah Sumatera belakangan ini.

Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya, Sherly mengungkapkan bahwa teror yang dialaminya tidak lagi sekadar serangan di ruang digital, melainkan sudah menjurus ke tindakan fisik. Kendaraan pribadinya yang terparkir ditemukan dalam kondisi dicoret-coret menggunakan cat semprot (pilok) oleh orang tidak dikenal.

Selain kerusakan pada mobil, kediaman Sherly di Jakarta juga menjadi sasaran pelemparan telur busuk. Pelaku juga meninggalkan sebuah gulungan kertas yang berisi pesan bernada ancaman serius agar dirinya berhenti menyuarakan opini terkait kondisi pengungsian dan distribusi bantuan di Aceh serta wilayah Sumatera lainnya.

Baca Juga  Jelang Nataru 2025, Ditlantas Polda Riau Gaspol Tertibkan Angkutan Barang

“Malam tadi teror jadi semakin jelas ditunjukkan. Kendaraan diberi tanda oleh pihak tertentu, tempat tinggal dilempari telur busuk, dan ada tulisan bernada ancaman,” tulis Sherly dalam keterangannya yang dikutip pada Jumat, 2 Januari 2026.

Sherly menjelaskan bahwa serangan ini mulai masif terjadi setelah ia berbicara di beberapa program televisi nasional mengenai lambatnya penanganan dan distribusi bantuan bagi korban bencana. Ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikannya merupakan bentuk kepedulian kemanusiaan sebagai warga asli Aceh, bukan atas dasar permusuhan politik.

Baca Juga  BPK: PLN Belum Terima Rp719,9 Miliar dari Proyek Smelter ANTAM di Halmahera Timur

Meskipun telah mengalami tekanan psikologis, Sherly mengimbau agar praktik-praktik intimidasi terhadap anak bangsa yang menyuarakan pendapat segera dihentikan. Hingga saat ini, Sherly dikabarkan telah berkoordinasi dengan lingkungan setempat untuk memantau rekaman CCTV guna mengidentifikasi para pelaku teror tersebut.