AGAM | KLIKGENZ — Pemerintah Kabupaten Agam mengawali tahun 2026 dengan memastikan roda birokrasi dan pelayanan publik tetap berjalan. Di tengah kondisi sebagian wilayah yang masih terdampak bencana alam, Pemkab Agam melaksanakan pengucapan sumpah dan pelantikan Penjabat Pimpinan Tinggi Pratama serta Kepala Sekolah, Jumat (2/1/2026), di Masjid Agung Nurul Falah.
Sebanyak 5 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan 85 Kepala Sekolah resmi dilantik dalam prosesi yang berlangsung khidmat. Pelantikan ini dihadiri Wakil Bupati Agam H. Muhammad Iqbal, SE, MCom, Ketua DPRD Agam H. Ilham, LC, MA, Sekretaris Daerah Mhd. Luthfi, unsur Forkopimda, kepala OPD, serta tamu undangan lainnya.
Adapun lima pejabat eselon II yang dilantik yakni Ekko Espito sebagai Sekretaris DPRD Kabupaten Agam, Egie Pratama Mulya sebagai Kepala BKAD, Andri sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Khasman Zaini sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, serta Jafrizal sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Agam menegaskan bahwa pelantikan di tengah bencana bukanlah bentuk perayaan, melainkan wujud tanggung jawab negara untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terhenti.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremoni jabatan. Di tengah lumpur, di lokasi pengungsian, dan di jalan-jalan yang rusak, di sanalah kredibilitas kita sebagai pemimpin diuji,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa jabatan adalah amanah, bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk melayani masyarakat—terutama warga yang terdampak bencana. Menurutnya, masyarakat adalah atasan sesungguhnya bagi seluruh aparatur pemerintah.
Wakil Bupati juga memastikan bahwa seluruh pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik telah melalui proses seleksi terbuka yang objektif dan transparan, sesuai ketentuan perundang-undangan, mulai dari seleksi administrasi hingga assessment center.
Ia berharap para pejabat yang baru dilantik mampu menjadi pemimpin yang adaptif, responsif, serta hadir langsung di tengah masyarakat, khususnya dalam menghadapi tantangan pemulihan pascabencana dan pemulihan ekonomi daerah di tahun 2026.
Kepada para Kepala Sekolah, Wakil Bupati menegaskan peran strategis dunia pendidikan dalam membangun masa depan Kabupaten Agam. Di tengah situasi bencana, sekolah dinilai menjadi simbol keberlanjutan kehidupan dan pemulihan psikologis anak-anak.
“Ketika anak-anak mengalami trauma, guru hadir sebagai penenang dan sekolah menjadi tumpuan harapan bahwa kehidupan harus terus berjalan,” ujarnya.
Menutup sambutan, Wakil Bupati menyampaikan keyakinan bahwa dengan integritas dan pengalaman para pejabat yang dilantik, Pemkab Agam mampu menjadikan 2026 sebagai tahun pembuktian birokrasi yang melayani dengan hati.[*]





