Pelabuhan Teluk Tapang Dibangun 2026, Pasaman Barat Siap Jadi Pusat Logistik Baru

Pelabuhan Baru Air Bangis Diproyeksikan Pangkas Biaya Logistik dan Dongkrak Ekonomi Kawasan Barat Sumatra

PASAMAN BARAT | KLIKGENZ – Kabupaten Pasaman Barat bersiap memasuki babak baru pembangunan ekonomi regional. Pemerintah daerah memastikan pembangunan fasilitas Pelabuhan Teluk Tapang di Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, akan mulai dikerjakan pada tahun 2026, menyusul kepastian anggaran dari pemerintah pusat.
Pelabuhan ini diproyeksikan menjadi pengungkit utama efisiensi logistik, sekaligus memperkuat posisi Pasaman Barat sebagai simpul distribusi strategis di wilayah barat Sumatra, yang menghubungkan Sumatera Barat dan Sumatera Utara.Kepala Dinas Perhubungan Pasaman Barat, Bakarudin, menyebutkan bahwa Kementerian Perhubungan telah mengalokasikan anggaran Rp90 miliar dalam APBN 2026 untuk pembangunan sisi darat pelabuhan.

“Anggaran Rp90 miliar sudah masuk di tahun 2026. Setelah proses tender di tingkat pusat rampung, pembangunan fasilitas Pelabuhan Teluk Tapang bisa segera dimulai,” ujar Bakarudin, didampingi Sekretaris Dishub Sukarni, di Simpang Empat, Jumat (2/1/2026).

Keberadaan Pelabuhan Teluk Tapang dinilai menjadi jawaban atas keterbatasan operasional Pelabuhan Teluk Bayur di Kota Padang yang selama ini menjadi tumpuan utama arus logistik Sumatera Barat.Dengan jarak tempuh yang lebih singkat, pelabuhan ini diyakini mampu menekan biaya logistik, mempercepat distribusi barang, dan meningkatkan daya saing produk daerah.

“Teluk Tapang akan menjadi simpul logistik baru, tidak hanya untuk Pasaman Barat, tapi juga kawasan utara Sumatera Barat hingga Mandailing Natal di Sumatera Utara,” tegas Bakarudin.

Sekretaris Dishub Pasaman Barat, Sukarni, memaparkan bahwa pelabuhan ini memiliki basis muatan yang kuat. Pasaman Barat tercatat sebagai salah satu sentra kelapa sawit terbesar di Sumatera Barat, dengan luas tanam mencapai 101.402 hektare dan produksi sekitar 330.881 ton per tahun.

Selain itu, terdapat potensi jagung seluas 45.523 hektare, serta sumber daya tambang seperti bijih besi, mangan, dan granit yang lokasinya hanya berjarak 6–9 kilometer dari kawasan pelabuhan.Tak hanya sektor industri, kawasan Teluk Tapang juga berpeluang dikembangkan sebagai destinasi wisata maritim, seiring meningkatnya konektivitas dan aktivitas pelayaran.
Secara geografis, Pelabuhan Teluk Tapang menawarkan keunggulan signifikan. Jarak tempuh logistik dari Simpang Empat ke Teluk Tapang hanya sekitar 2,5 jam, jauh lebih efisien dibandingkan perjalanan ke Pelabuhan Teluk Bayur yang memakan waktu hingga 4,5 jam.Akses dari Sumatera Utara, khususnya Kabupaten Mandailing Natal, juga sangat dekat hanya sekitar 3 kilometer dari perbatasan wilayah.
Dengan keunggulan tersebut, Pelabuhan Teluk Tapang dipandang sebagai game changer bagi konektivitas, perdagangan, dan pertumbuhan ekonomi lintas provinsi di pesisir barat Sumatra.[*]
Baca Juga  Pemkab Pasaman Barat Resmi Tunda Pilwana 2025, Ini Alasannya