JAKARTA | KLIKGENZ — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana baru yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia berdasarkan pemantauan Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB pada periode 5 Januari 2026 hingga 6 Januari 2026 pukul 07.00 WIB.
Dalam laporan tersebut, jenis bencana yang terjadi masih didominasi oleh bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang, seiring tingginya intensitas hujan di sejumlah daerah.
Di Provinsi Sulawesi Utara, banjir bandang melanda empat desa di empat kecamatan, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), pada Senin (5/1). Peristiwa ini mengakibatkan 11 orang meninggal dunia, lima orang dinyatakan hilang, serta 17 orang mengalami luka-luka. Sebanyak 143 kepala keluarga atau 444 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Pemerintah daerah setempat telah menetapkan status Tanggap Darurat terhitung sejak 5 Januari hingga 18 Januari 2026. Meski kondisi banjir dilaporkan telah surut, tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang hingga kini belum ditemukan.
Sementara itu, di Provinsi Kalimantan Selatan, banjir melanda Kota Banjarbaru pada Senin (5/1). Bencana tersebut berdampak pada 57 kepala keluarga atau 175 jiwa, serta merendam 57 unit rumah di Desa Landasan Ulin, Kecamatan Landasan Ulin. Hingga laporan ini disusun, genangan air masih terjadi dengan ketinggian sekitar 40 sentimeter.
Di Provinsi Jawa Timur, banjir juga dilaporkan terjadi di lima desa di Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, pada Minggu (4/1). Banjir tersebut berdampak pada 348 kepala keluarga. Kondisi genangan di beberapa desa mulai berangsur surut, namun aliran banjir menuju hilir sungai menyebabkan sejumlah wilayah lain justru mengalami peningkatan debit air akibat hujan yang masih berlangsung.
BNPB turut menerima laporan banjir baru di Provinsi Jawa Tengah, tepatnya di Kabupaten Grobogan, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut pada Minggu (4/1). Lokasi terdampak meliputi Desa Klambu di Kecamatan Klambu, Desa Karangsono di Kecamatan Karangrayung, serta Desa Katong di Kecamatan Toroh. Sebanyak 140 kepala keluarga atau rumah dilaporkan terdampak, dengan kondisi terkini air mulai berangsur surut.
Selain itu, banjir juga terjadi di Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Bencana ini mengakibatkan 1.275 kepala keluarga atau 3.972 jiwa terdampak, serta 130 jiwa harus mengungsi. Wilayah terdampak meliputi lima kelurahan yang tersebar di tiga kecamatan. Saat ini, kondisi banjir telah surut dan warga mulai melakukan pembersihan sisa lumpur dan sampah.
Di Provinsi Lampung, banjir melanda Desa Panengahan dan Desa Mada Jaya, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran, pada Senin (5/1). Bencana yang dipicu oleh faktor cuaca tersebut berdampak pada 320 kepala keluarga. Genangan air di Desa Panengahan dilaporkan mulai surut, sementara di Desa Mada Jaya genangan masih bertahan.
BNPB menyatakan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait guna memastikan penanganan darurat berjalan optimal. Langkah tersebut meliputi pemantauan kondisi lapangan, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, serta peningkatan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana susulan di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan.





