SPPI Padang Pariaman Perkuat Barisan, Siap Kawal Program Makan Bergizi Gratis 2026

SPPI Padang Pariaman perkuat soliditas internal demi suksesnya Program Makan Bergizi Gratis 2026

Konsolidasi SPPI Kabupaten Padang Pariaman

Padang Pariaman | KlikGenZ — Menyongsong pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026, Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kabupaten Padang Pariaman menggelar konsolidasi internal sebagai langkah strategis memperkuat kesiapan di tingkat lapangan. Konsolidasi ini menegaskan peran SPPI sebagai ujung tombak pelaksanaan program nasional yang menyasar peningkatan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan pelajar.

Kegiatan konsolidasi tersebut diikuti oleh seluruh anggota SPPI Padang Pariaman dari berbagai kecamatan. Hadir pula Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Padang Pariaman, yang memberikan pembekalan langsung terkait arah kebijakan serta teknis pelaksanaan MBG di daerah.

Dalam forum tersebut, Koordinator Wilayah BGN, Alfian, menyampaikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar agenda pembagian makanan, tetapi bagian dari strategi besar negara dalam membangun sumber daya manusia unggul sejak usia dini. Karena itu, dibutuhkan pengawalan serius, disiplin, dan berkelanjutan dari para penggerak di lapangan.

“SPPI memiliki posisi yang sangat strategis. Mereka bukan hanya pendamping, tapi juga penghubung antara kebijakan pusat dan realitas di lapangan. Pemahaman terhadap juknis, standar gizi, serta mekanisme distribusi menjadi kunci keberhasilan program ini,” tegas Alfian dalam arahannya.

Baca Juga  Banjir Padang Pariaman: Bupati JKA Menangis Lihat Jembatan Putus, Warga Sikabu Terisolasi

Ia juga menekankan pentingnya akurasi data penerima manfaat, pengawasan kualitas pangan, serta koordinasi lintas sektor agar program MBG benar-benar tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua SPPI Padang Pariaman, Arfinaldi (Arfin), menegaskan bahwa konsolidasi ini bertujuan membangun soliditas, kesamaan visi, dan kesiapan mental seluruh anggota SPPI dalam menghadapi tantangan pelaksanaan MBG 2026.

“Program ini akan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Maka, kekompakan tim, komunikasi yang baik, serta komitmen bersama menjadi fondasi utama. SPPI harus hadir sebagai solusi, bukan sekadar pelaksana administratif,” ujar Arfin.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan MBG sangat bergantung pada kerja kolektif. Setiap anggota SPPI diharapkan mampu menjadi agen perubahan di wilayah tugasnya masing-masing, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap program pemerintah.

Baca Juga  Kebakaran Hanguskan 3 Rumah di Sungai Geringging, Kerugian Capai Rp175 Juta

Selain sesi pengarahan, konsolidasi juga diisi dengan diskusi dan pemetaan tantangan yang mungkin muncul di lapangan. Beberapa isu strategis yang dibahas antara lain:

  • kesiapan rantai pasok bahan pangan lokal,

  • koordinasi dengan pemerintah nagari dan sekolah,

  • pengawasan mutu dan keamanan pangan,

  • serta mekanisme evaluasi dan pelaporan program.

Melalui konsolidasi ini, SPPI Padang Pariaman berkomitmen untuk terus memperkuat kapasitas internal sekaligus menjalin sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, tenaga pendidik, dan masyarakat.

Langkah ini diharapkan dapat memastikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis 2026 tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar berdampak pada peningkatan kesehatan, kecerdasan, dan kualitas hidup generasi muda di Kabupaten Padang Pariaman.

Dengan kesiapan yang matang dan semangat kolaborasi, SPPI Padang Pariaman optimistis mampu menjadi garda terdepan dalam menyukseskan agenda strategis nasional menuju Indonesia yang lebih sehat dan berdaya saing.