Presiden Prabowo Tinjau Teknologi Pertanian Otonom dan Hilirisasi Gambir saat Panen Raya di Karawang

Dari traktor tanpa awak hingga drone pertanian, Presiden Prabowo dorong transformasi pertanian modern dan bernilai tambah.

Redaksi
Presiden Prabowo Subianto melakukan peninjauan berbagai inovasi hilirisasi dan teknologi pertanian modern dalam rangkaian kegiatan Panen Raya di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu, 7 Januari 2026.[BPMI Setpres]

KARAWANG | KLIKGENZ — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meninjau langsung berbagai inovasi hilirisasi dan teknologi pertanian modern dalam rangkaian kegiatan Panen Raya Nasional yang digelar di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo menyaksikan pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) berbasis teknologi otonom, mulai dari traktor tanpa awak, rice transplanter otomatis, hingga demonstrasi penggunaan drone pertanian untuk pemupukan dan pemantauan lahan. Kepala Negara juga melihat langsung pemanfaatan pompa air otomatis yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi sistem irigasi pertanian.

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya pemerintah mendorong transformasi sektor pertanian nasional menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Selain meninjau proses produksi di lapangan, Presiden Prabowo juga mengunjungi Pameran Hilirisasi Pertanian yang menampilkan beragam inovasi pengolahan hasil pertanian dan perkebunan dari berbagai daerah. Dalam kesempatan tersebut, Presiden bahkan turut mencicipi sejumlah produk olahan yang telah dikembangkan melalui proses hilirisasi.

Baca Juga  Prabowo Perintahkan Lumbung Pangan Berlapis dari Desa hingga Nasional

Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah pengembangan produk gambir, komoditas unggulan yang memiliki nilai strategis tinggi. Akademisi Universitas Andalas, Muhammad Makky, menjelaskan bahwa gambir merupakan tanaman endemik Indonesia yang memiliki keunggulan kompetitif di pasar global.

“Gambir merupakan satu-satunya tanaman yang dapat tumbuh di Indonesia dan tidak dapat ditumbuhkan di negara lain. Ini menjadi keunggulan strategis karena tidak memiliki pesaing,” ujarnya dalam keterangan terpisah.

Makky menjelaskan bahwa gambir diolah dari daun yang direbus dan diperas hingga menghasilkan getah berbentuk pasta, kemudian mengeras menjadi bongkahan. Di dalamnya terkandung dua senyawa aktif utama, yakni tanin dan katekin, yang sangat dibutuhkan industri global, mulai dari farmasi, kosmetik, hingga pangan.

Baca Juga  Prabowo Perintahkan Usut Tuntas Kematian Pengemudi Ojek Online, Janji Keadilan untuk Korban

Namun, ia menyoroti bahwa selama ini Indonesia masih mengekspor gambir dalam bentuk mentah, sehingga nilai tambah justru dinikmati oleh negara lain. Karena itu, ia berharap pemerintah memberikan dukungan nyata terhadap pembangunan industri hilirisasi gambir di dalam negeri.

“Harapannya, melalui kebijakan Presiden dan dukungan kementerian terkait, dibuka kesempatan pengembangan industri hilirisasi gambir, terutama di sentra produksi seperti Sumatra Barat dan Sumatra Utara,” katanya.

Peninjauan Presiden Prabowo ini dinilai menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius mendorong pertanian modern berbasis teknologi dan hilirisasi, sebagai fondasi pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan. (BPMI Setpres)