BNPB Percepat Pembangunan Huntara di Limapuluh Kota, Puluhan Unit Hampir Rampung

Sekretaris Utama BNPB Tinjau Langsung Progres Hunian Sementara untuk Warga Terdampak Bencana

Redaksi
Dok. BNPB

LIMA PULUH KOTA | KLIKGENZ — Aktivitas pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Nagari Koto Tinggi, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatra Barat, terus menunjukkan progres signifikan. Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rustian, turun langsung ke lokasi untuk memastikan percepatan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Pada tahap pertama, BNPB membangun 12 rumah kopel atau sebanyak 60 unit huntara. Sejumlah unit dilaporkan telah mencapai sekitar 50 persen pengerjaan dan ditargetkan segera dapat dihuni dalam waktu dekat. Kehadiran huntara ini diharapkan mampu memberikan tempat tinggal sementara yang layak, aman, dan mendukung aktivitas harian warga selama masa pemulihan pascabencana.

Rustian menegaskan bahwa pembangunan huntara Limapuluh Kota menjadi bagian penting dari upaya pemulihan yang terencana dan berkelanjutan. Menurutnya, hunian sementara tidak hanya berfungsi sebagai tempat berlindung, tetapi juga sebagai ruang pemulihan sosial bagi masyarakat terdampak.

Baca Juga  Warga Hanyut di Sungai Kampung Tangah Agam, Tim Gabungan Perluas Pencarian

Percepatan pembangunan dilakukan melalui koordinasi intensif antara BNPB, pemerintah daerah, unsur TNI, serta instansi terkait lainnya. Seluruh proses, mulai dari penyediaan material bangunan, pengerahan tenaga kerja, hingga penataan kawasan huntara, terus dioptimalkan agar target waktu dapat tercapai.

Dok. BNPB

Selain pembangunan fisik, pemenuhan fasilitas dasar seperti akses air bersih, sanitasi yang layak, dan jaringan listrik juga menjadi prioritas. Langkah ini dilakukan untuk memastikan huntara benar-benar memenuhi standar kenyamanan dan kesehatan bagi penghuninya.

Baca Juga  Langkah Awal Aznil Mardin Bawa Perubahan di PDAM Tirta Anai

BNPB menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi pemerintah daerah dan masyarakat hingga seluruh proses pemulihan pascabencana di Limapuluh Kota dapat berjalan optimal.[*]