III Koto Aur Malintang|KlikGenZ – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas bersama masyarakat Korong Koto Kaciak melaksanakan temu ramah sekaligus diskusi program kerja yang akan dijalankan di Nagari III Koto Aur Malintang. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, (8/1/2026) bertempat di Korong Koto Kaciak.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua KKN Universitas Andalas, Jeandyraf Saputra, memaparkan sejumlah program yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian. Program tersebut meliputi penyusunan profil nagari, pelaksanaan kuesioner nagari, pengembangan sektor pariwisata, serta pemetaan potensi wisata di Nagari III Koto Aur Malintang.
Selain itu, mahasiswa KKN juga akan mengadakan medical check up bekerja sama dengan Puskesmas Batu Basa. Di bidang pendidikan, direncanakan sosialisasi ke sekolah-sekolah mengenai anti bullying, menabung sejak dini, dan public speaking. Pada sektor pertanian, mahasiswa akan melaksanakan sosialisasi serta praktik pembuatan bio pestisida. Tak hanya itu, dalam rangka peringatan Isra Mikraj juga direncanakan kegiatan keagamaan berupa lomba MTQ dan azan tingkat SD dan SMP di Nagari III Koto Aur Malintang, yang pelaksanaannya di Mushalla Al-Mukhlis Surau Bancah.
Tokoh masyarakat Korong Koto Kaciak, Iskandar Rangkayo Datuak Mudo, menyampaikan dukungannya terhadap seluruh program yang bersifat nagari. Ia berharap pelaksanaan KKN dapat dimaksimalkan di Korong Koto Kaciak serta jadwal kegiatan tidak berbenturan dengan agenda program dari kampus.
Sementara itu, Tauris, selaku perangkat nagari, menyampaikan harapannya agar mahasiswa KKN dapat membantu merealisasikan logo atau identitas Batu Basa yang selama ini baru sebatas konsep. Ia juga menekankan pentingnya menjaga etika selama pengabdian, seperti membangun komunikasi dengan masyarakat, menjaga sikap saling sapa, serta memilih program yang tepat sasaran, bermanfaat, dan berkesan bagi masyarakat.
Ketua Pemuda Korong Koto Kaciak, Farel Fernando, turut menyampaikan aspirasi agar mahasiswa KKN dapat berkolaborasi mengadakan turnamen futsal, mengingat kegiatan tersebut telah lama vakum dan menjadi salah satu identitas pemuda setempat. Ia menegaskan kesiapan pemuda untuk mendukung penuh pelaksanaan kegiatan tersebut.
Selain itu, Rizky Utama, mantan Wali Korong Koto Kaciak, berharap meskipun cakupan KKN berskala nagari, mahasiswa tetap memaksimalkan pengabdian di Korong Koto Kaciak sebagai lokasi posko. Ia juga menyoroti pentingnya menghidupkan kembali turnamen futsal sebagai identitas daerah serta mengusulkan adanya sosialisasi kesehatan mental, khususnya oleh mahasiswa berlatar belakang psikologi.
Menurutnya, isu kesehatan mental masih dianggap tabu di tengah masyarakat, padahal angka kasus bunuh diri di Kecamatan IV Koto Aur Malintang tergolong tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Ia menilai kegiatan ini penting karena belum pernah dilaksanakan oleh mahasiswa KKN sebelumnya.
Pada sektor pariwisata, Rizky juga menekankan pentingnya branding destinasi unggulan nagari, seperti Wisata Alam Bukik Bulek dan wisata sejarah Makam Puti Linduang Bulan, yang memiliki keunikan karena proses pemakamannya dilakukan secara berdiri di atas dulang.
“Selamat datang di Korong Koto Kaciak, selamat mengabdi. Berikan yang terbaik dan tinggalkan sesuatu yang dikenang oleh masyarakat,” tutupnya.





