Fenomena Sinkhole di Limapuluh Kota: Air Jernih Dipercaya Berkhasiat, Pakar Tegaskan Berbahaya untuk Kesehatan

Air dari sinkhole di Limapuluh Kota ramai dikonsumsi warga karena dianggap menyehatkan. Pakar geologi dan kesehatan mengingatkan risiko serius bagi keselamatan dan kesehatan masyarakat.

Foto : tangkapan layar video payakumbuhkini

LIMA PULUH KOTA | KLIKGENZ — Fenomena kemunculan sinkhole berisi air jernih di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat, menjadi sorotan publik. Sejumlah warga terlihat mengambil air dari lubang alami tersebut untuk diminum karena dipercaya memiliki khasiat menyehatkan. Namun, para ahli menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak memiliki dasar ilmiah dan justru berpotensi membahayakan kesehatan.

Secara kasat mata, air dalam sinkhole memang tampak jernih dan alami. Namun, kejernihan tidak dapat dijadikan indikator keamanan air untuk dikonsumsi. Air sinkhole merupakan air tanah mentah yang tidak melalui proses penyaringan alami serta belum pernah diuji secara medis maupun laboratorium.

Dari sisi kesehatan, konsumsi air sinkhole memiliki risiko tinggi. Air tersebut berpotensi tercemar bakteri berbahaya seperti Escherichia coli dan Leptospira, kotoran hewan, limbah domestik, hingga residu pupuk dan pestisida dari lahan pertanian di sekitarnya. Proses perebusan hanya mampu membunuh sebagian mikroorganisme, namun tidak dapat menghilangkan zat kimia berbahaya maupun logam berat.

Baca Juga  Prabowo Disambut Presiden Pakistan dan Terima Penghargaan Nishan-e-Pakistan di Islamabad

Tidak terdapat bukti ilmiah yang menyatakan air sinkhole dapat menyembuhkan penyakit. Klaim “air berkhasiat” kerap muncul akibat sugesti, kepercayaan, atau kebetulan penyakit ringan yang memang dapat sembuh dengan sendirinya. Dalam banyak kasus, konsumsi air tanah mentah justru menjadi sumber munculnya penyakit baru.

Bagi masyarakat yang terlanjur mengonsumsi air tersebut, disarankan untuk segera menghentikan penggunaannya. Apabila setelah mengonsumsi muncul gejala seperti diare, mual, muntah, demam, gatal-gatal, atau nyeri perut, warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat dan tidak menunggu hingga kondisi memburuk.

Selain berbahaya bagi kesehatan, keberadaan sinkhole juga rawan menimbulkan risiko keselamatan. Lubang ini dapat sangat dalam dan terhubung dengan rongga bawah tanah, sehingga berpotensi mengalami runtuhan susulan. Aktivitas warga di sekitar lokasi tanpa pengamanan dinilai berbahaya, terutama bagi anak-anak dan lansia.

Sumber lainnya, Ristioef, mengingatkan bahwa air dari sinkhole berpotensi buruk bagi kesehatan karena berasal dari formasi batu gamping yang umumnya memiliki kandungan natrium, kalsium, CO₂, HCO₃, serta berbagai jenis garam dalam kadar tinggi yang tidak aman bagi tubuh manusia.

Baca Juga  Korban Banjir Bandang dan Longsor di Sumatra Tembus 1.016 Jiwa

Pemerintah daerah dan perangkat nagari diharapkan segera turun tangan dengan memberikan peringatan resmi serta edukasi langsung kepada masyarakat agar tidak terjadi korban akibat informasi yang keliru.

Perlu ditegaskan, sinkhole bukanlah sumber keberkahan, bukan air suci, dan bukan pula objek yang layak disakralkan. Sinkhole adalah fenomena geologis alamiah. Mengaitkannya dengan nilai spiritual tanpa dasar ilmiah maupun akidah yang benar berpotensi menyesatkan dan merusak pemahaman masyarakat.

Masyarakat diimbau untuk menggunakan akal sehat, ilmu pengetahuan, dan iman secara seimbang, serta tidak membangun keyakinan berdasarkan mitos dan asumsi yang keliru. Edukasi dan saling mengingatkan menjadi langkah penting demi keselamatan bersama. [*]