109 Pedagang Pasar di Kota Pariaman Terima Bantuan Sembako dari Pemko

Bantuan diserahkan langsung Wali Kota Pariaman sebagai upaya pemulihan ekonomi pedagang terdampak bencana hidrometeorologi.

Redaksi
foto: Diskominfo

KOTA PARIAMAN | KLIKGENZ — Sebanyak 109 pedagang yang beraktivitas di Pasar Pagi dan Pasar Basah Kota Pariaman menerima bantuan sembako dari Pemerintah Kota Pariaman. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Pariaman, Yota Balad, didampingi Sekretaris Daerah Kota Pariaman, Afrizal Azhar, di Ruang Rapat Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindag Kop dan UKM) Kota Pariaman, Sabtu (10/1).

Wali Kota Pariaman, Yota Balad, mengatakan bantuan sembako ini merupakan bagian dari upaya pemulihan ekonomi bagi para pedagang yang terdampak bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Kota Pariaman beberapa waktu lalu.

“Pedagang pasar merupakan kelompok yang paling cepat merasakan dampak ekonomi ketika bencana terjadi. Bantuan ini adalah bentuk kehadiran pemerintah untuk memastikan para pedagang tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok keluarga di tengah kondisi sulit,” ujar Yota Balad.

Baca Juga  Petugas Agama dan Adat di Pariaman dapat Perlindungan Jamsostek

Ia menjelaskan, cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi yang terjadi sempat melumpuhkan aktivitas perdagangan serta menurunkan daya beli masyarakat. Kondisi tersebut berdampak langsung pada pendapatan pedagang kecil di Pasar Pagi dan Pasar Basah Kota Pariaman.

“Melalui bantuan ini, kami berharap roda perekonomian di pasar dapat segera kembali bergerak normal,” ungkapnya.

Selain penyaluran bantuan sembako, Yota Balad juga mengimbau para pedagang untuk bersama-sama menata lapak dagangan, khususnya yang berada di pinggir jalan, agar lebih tertib dan rapi.

Baca Juga  Andre Rosiade Serahkan 2.000 Paket Bantuan untuk Korban Banjir di Kota Pariaman

“Kami mengajak seluruh pedagang untuk menjaga kerapian dan kenyamanan pasar, sehingga pembeli merasa lebih nyaman saat berbelanja dan aktivitas ekonomi bisa semakin meningkat,” tutupnya.

(Dewi Lestari/diskominfo)