Pemko Padang Panjang & HBT Siapkan Pembangunan Monumen Galodo Sumatra di Jembatan Kembar

Monumen Kebencanaan Ini Akan Jadi Tugu Penghormatan Korban Galodo Tiga Provinsi Sekaligus Sarana Edukasi dan Refleksi Publik

Pemerintah Kota Padang Panjang bersama Himpunan Bersatu Teguh (HBT) Sumbar–Riau meninjau kawasan Jembatan Kembar, Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan Monumen Galodo Sumatra. (foto: Pemko Padang Panjang)

PADANG PANJANG | KLIKGENZ – Jembatan Kembar yang berada di Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, direncanakan menjadi lokasi pembangunan Monumen Galodo Sumatra. Lokasi ini dinilai strategis karena berada di jalur perlintasan utama, sehingga mudah diakses masyarakat dan diharapkan menjadi pusat edukasi serta refleksi kebencanaan.

Pemerintah Kota Padang Panjang bersama Himpunan Bersatu Teguh (HBT) Sumbar–Riau mulai mematangkan rencana pembangunan monumen tersebut sebagai tugu peringatan bencana galodo yang pernah melanda sejumlah wilayah di Sumatra.

Tahap awal ditandai dengan peninjauan langsung ke lokasi rencana pembangunan di kawasan Jembatan Kembar, Kelurahan Silaing Bawah, Jumat (9/1/2026).

Ketua HBT Sumbar–Riau, Andreas Sofiandi, menjelaskan monumen ini dirancang sebagai bentuk penghormatan kepada para korban bencana galodo yang terjadi di berbagai daerah di Sumatra.

“Rencananya akan kita bangun Tugu Monumen Galodo Sumatra di lokasi ini. Monumen ini menjadi simbol penghormatan kepada para korban sekaligus pengingat agar kita semua selalu waspada terhadap potensi bencana,” ujar Andreas.

Ia menyebutkan, monumen tersebut direncanakan memuat nama-nama korban dari tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Baca Juga  BNPB Dukung Uji Coba Fungsional Jalan Padang–Bukittinggi Pascabencana

Namun demikian, HBT juga menyiapkan opsi penyesuaian apabila terdapat kendala teknis maupun administratif dalam proses pembangunan.

“Jika memungkinkan, korban dari tiga provinsi akan dicantumkan. Tetapi jika ada keterbatasan, kami siap menyesuaikan dengan mencantumkan korban dari Sumatra Barat,” jelasnya.

Andreas menambahkan, HBT memiliki pengalaman dalam pembangunan monumen kebencanaan, di antaranya Tugu Gempa 2009 di Padang Panjang, monumen tsunami di Nusa Tenggara Timur, serta Palu.

Selain tugu monumen, kawasan tersebut juga direncanakan dilengkapi dengan pembangunan musala yang berdampingan langsung dengan monumen.

“Karena berada di jalur lintasan, harapannya masyarakat yang melintas bisa singgah, beristirahat, beribadah, sekaligus mendoakan para korban. Target kami, monumen ini dapat diresmikan tepat satu tahun setelah terjadinya bencana,” tuturnya.

Pemko Apresiasi, DPR RI Siap Dukung

Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, mengapresiasi inisiatif HBT Sumbar–Riau yang memilih Padang Panjang sebagai lokasi pembangunan Monumen Galodo Sumatra.

“Atas nama Pemerintah Kota Padang Panjang, kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan niat baik HBT. Ini merupakan bentuk empati yang sangat berarti, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi masyarakat luas,” kata Hendri.

Baca Juga  BMKG dan BNPB Lakukan Hujan Buatan Atasi Karhutla di Sumatera Barat

Ia berharap keberadaan monumen dan musala tersebut dapat menjadi simbol pengingat, sarana edukasi kebencanaan, serta memperkuat nilai spiritual masyarakat.

“Kami berharap monumen ini menjadi tempat refleksi, doa, dan pembelajaran agar masyarakat semakin siap dan tangguh menghadapi potensi bencana ke depan,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Anggota DPR RI, Shadiq Pasadigoe. Ia menilai konsep monumen yang dilengkapi musala memiliki manfaat luas bagi masyarakat.

“Kami dari DPR RI akan mencoba mengomunikasikan rencana ini dengan pihak-pihak terkait. Ini ide yang sangat baik karena monumen tidak hanya menjadi pengingat bencana, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat yang melintas,” ungkap Shadiq.

Ia berharap monumen tersebut dapat menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.

“Semoga monumen ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu waspada, saling peduli, dan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana di masa depan,” tutupnya. [*]