JAKARTA | KLIKGENZ — Banjir melanda wilayah Jakarta Selatan, Senin (12/1/2026) pagi. Sedikitnya tiga RT di Kelurahan Cilandak Timur terdampak banjir akibat luapan Kali Krukut yang dipicu hujan berintensitas lebat di wilayah hulu.
Berdasarkan keterangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Selatan, banjir terjadi akibat kombinasi luapan Kali Krukut dan curah hujan tinggi.
“Penyebab banjir adalah luapan Kali Krukut serta intensitas hujan lebat di hulu,” tulis BPBD Jakarta Selatan dalam keterangannya.
Tiga RT yang terdampak masing-masing berada di RT 09/RW 03 dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter per pukul 09.00 WIB. Sementara itu, genangan tertinggi tercatat di RT 03/RW 03 dengan ketinggian air mencapai 95 sentimeter, yang berdampak pada 149 kepala keluarga (KK).
Selain itu, banjir juga menggenangi RT 13/RW 01 dengan tinggi air sekitar 40 sentimeter. BPBD menyebut luapan Kali Krukut turut menyebabkan genangan di Jalan NIS, Cilandak Timur.
Hingga saat ini belum ada laporan warga yang mengungsi. Petugas BPBD masih berada di lokasi untuk melakukan penanganan serta upaya penyedotan guna mengurangi genangan.
Tak hanya di Jakarta Selatan, hujan deras juga memicu genangan di wilayah Jakarta Barat. Genangan air setinggi 40 sentimeter terjadi di jalan arteri Rawa Bokor dan berdampak pada arus lalu lintas di Tol Cengkareng.
Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Dhanar Dhono Vernandhie, mengatakan akses keluar Rawa Bokor dari Tol Cengkareng terpaksa ditutup sementara.
“Ditutup Rawa Bokor, arus lalu lintas dialihkan menuju bandara,” ujar Dhanar saat dikonfirmasi.
Informasi serupa juga disampaikan PT Jasa Marga melalui akun X @PTJASAMARGA. Kepadatan lalu lintas dilaporkan terjadi di Tol Dalam Kota Cengkareng KM 31–KM 32 dari arah Penjaringan.
Sementara itu, kemacetan juga terjadi di Tol Jakarta–Tangerang, tepatnya di KM 18 Kunciran hingga KM 16, dengan antrean kendaraan mencapai dua kilometer akibat tingginya volume lalu lintas. [*]





