Dari Dapur Lapangan hingga Sumur Bor, Polri Jadi Harapan Warga Batang Anai Pascabencana

Tim SAR Korpolairud Polri hadir langsung di tengah warga terdampak bencana di Batang Anai, Padang Pariaman, tak hanya melakukan operasi SAR tetapi juga membangun sumur bor demi memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Kepolisian Negara Republik Indonesia senantiasa membuktikan dedikasinya untuk hadir secara langsung di tengah-tengah masyarakat yang sedang dilanda musibah bencana. [Humas Polri]

Dari Dapur Lapangan hingga Sumur Bor, Kehadiran Polri Jadi Harapan Warga Batang Anai Pascabencana

PADANG PARIAMAN | KLIKGENZ — Di tengah keterbatasan yang dirasakan warga pascabencana, kehadiran aparat negara menjadi penopang harapan. Sejak pagi hari Sabtu (10/1/2026), Tim SAR Korpolairud Polri tampak menyatu dengan aktivitas warga terdampak bencana di Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman.

Sebanyak 28 personel gabungan dari Direktorat Polisi Perairan, Direktorat Polisi Udara, hingga tenaga kesehatan Korpolairud Polri diterjunkan dalam agenda Bantuan Kendali Operasi (BKO) di wilayah hukum Polres Padang Pariaman. Dengan perlengkapan SAR darat dan air, para personel hadir bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi membawa misi kemanusiaan.

Kegiatan diawali dengan apel pagi sebagai bentuk kesiapan sebelum bergerak ke titik-titik terdampak. Tak lama berselang, dapur lapangan (manase) mulai beroperasi. Asap tipis dari peralatan masak menjadi penanda bahwa logistik untuk para petugas dan relawan disiapkan, memastikan roda kemanusiaan tetap bergerak tanpa hambatan.

Baca Juga  Golkar Padang Pariaman Salurkan 750 Paket Sembako untuk Korban Banjir dan Longsor

Bagi warga Batang Anai, persoalan air bersih menjadi tantangan serius pascabencana. Menjawab kebutuhan itu, Tim SAR Korpolairud Polri melakukan pembuatan sumur bor di kawasan terdampak. Suara mesin bor yang menggema di antara rumah-rumah warga menjadi simbol harapan baru akan ketersediaan air layak konsumsi.

Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri, Kombes Pol Erdi A. Chaniago, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk hadir utuh bersama masyarakat.

“Polri tidak hanya hadir dalam proses pencarian dan penyelamatan korban, tetapi juga berupaya membantu masyarakat memulihkan kehidupan pascabencana,” ujarnya.

Menurut Erdi, akses air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus segera dipenuhi agar warga dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan layak. Ia menambahkan, kehadiran personel Polri di lokasi bencana adalah wujud nyata pengabdian institusi dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat di masa sulit.

“Polri akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan agar penanganan bencana berjalan optimal dan masyarakat bisa segera bangkit,” pungkasnya. *