Dosen Administrasi Publik UMNatsir Bekali Siswa SMAN 4 Payakumbuh Jiwa Kepemimpinan Ala Tokoh Minang

Melalui pengabdian masyarakat, mahasiswa dan dosen UMNatsir tanamkan nilai integritas Bung Hatta hingga Mohammad Natsir kepada generasi muda.

Rafi Dirga Maulana
Dok : Umnatsir

PAYAKUMBUH | KlikGenZ – Tim dosen dan mahasiswa Program Studi (Prodi) Administrasi Publik Universitas M. Natsir (UMNatsir) Bukittinggi melaksanakan aksi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SMAN 4 Payakumbuh, Selasa (20/1/2026).

Kegiatan ini difokuskan pada pembekalan nilai-nilai kepemimpinan bagi puluhan siswa kelas XII. Mengusung konsep kepemimpinan yang berakar pada kearifan lokal Minangkabau namun memiliki daya saing global, acara ini disambut hangat oleh pihak sekolah.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 4 Payakumbuh, Siti Fatimah, menyatakan apresiasinya atas inisiatif UMNatsir Bukittinggi dalam memberikan motivasi serta ilmu tambahan bagi para siswa yang akan segera melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.

Ketua pelaksana kegiatan, Rizan Hasbullah, M.A.P., menjelaskan bahwa siswa kelas XII berada di persimpangan krusial untuk menentukan masa depan. “Mereka akan menjadi pemimpin di bidangnya masing-masing. Oleh karena itu, bekal karakter yang kuat sangat diperlukan agar mereka tidak kehilangan arah setelah lulus nanti,” ungkap Rizan.

Puncak materi disampaikan langsung oleh Ketua Prodi Administrasi Publik UMNatsir, Wahib Assyahri, M.A.P. Dalam paparannya, Wahib menekankan tiga pilar utama kepemimpinan: integritas, moral, dan karakter.

“Jadilah pemimpin yang meneladani pahlawan-pahlawan besar asal Minangkabau seperti Bung Hatta, Mohammad Natsir, hingga Buya Hamka. Mereka mampu berprestasi di kancah internasional tanpa sedikit pun melupakan nilai-nilai adat dan agama,” tegas Wahib di hadapan para siswa.

Melalui kegiatan ini, Prodi Administrasi Publik UMNatsir Bukittinggi berharap para siswa SMAN 4 Payakumbuh dapat tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas. Harapannya, mereka mampu mengombinasikan kecerdasan intelektual dengan identitas budaya lokal sebagai modal penting dalam berkontribusi bagi masyarakat luas di masa depan.