JAKARTA | KLIKGENZ – Beredar luas di media sosial Facebook sebuah unggahan yang mengklaim akan terjadi pemadaman listrik selama tujuh hari disertai lumpuhnya jaringan internet akibat krisis global yang dipicu konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Informasi tersebut sontak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Namun, klaim tersebut dipastikan tidak benar atau hoaks. Berdasarkan hasil penelusuran dan klarifikasi resmi, tidak ada pernyataan maupun kebijakan pemerintah yang menyebutkan akan terjadi pemadaman listrik massal dan matinya akses internet nasional selama tujuh hari akibat konflik global.
Mengutip laporan tirto.id, isu tersebut berawal dari potongan video unggahan akun Instagram @wakandatalks yang menyinggung pernyataan Komjen (Purn) Dharma Pongrekun mengenai kemungkinan terjadinya kondisi darurat sebagai skenario terburuk. Pernyataan itu bersifat umum dan preventif, bukan prediksi apalagi kebijakan resmi negara.
Dharma Pongrekun tidak pernah mengaitkan skenario darurat tersebut dengan konflik geopolitik antara AS dan Iran. Ia hanya mengingatkan bahwa kondisi darurat bisa terjadi kapan saja dan masyarakat perlu meningkatkan kesiapsiagaan, bukan kepanikan.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan bahwa informasi yang dipelintir tanpa konteks berpotensi menyesatkan dan memicu keresahan publik. Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membagikannya di ruang digital.
Pemerintah memastikan hingga saat ini pasokan listrik nasional dan layanan internet dalam kondisi aman dan normal. Tidak ada kebijakan pemadaman massal maupun gangguan jaringan akibat isu global sebagaimana yang beredar di media sosial. [*]
Sumber : komidigi







