News  

Hari Kelima Longsor Bandung Barat, 27 Korban Masih Hilang, SAR Temukan 53 Bodypack

Cuaca Buruk dan Medan Rawan Hambat Operasi SAR di Kampung Pasir Kuning Cisarua

Evakuasi korban longsor di Cisarua, Bandung Barat. (Dok BNPB)

BANDUNG BARAT | KLIKGENZ — Operasi pencarian dan evakuasi korban longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasir Langu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terus berlanjut hingga hari kelima. Hingga Rabu (28/1/2026), sebanyak 27 orang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

Pada hari kelima operasi, tim evakuasi kembali mencatat perkembangan dengan ditemukannya dua bodypack korban di lokasi pencarian Sektor A2. Kedua temuan tersebut masing-masing ditemukan pada pukul 11.06 WIB dan 15.46 WIB, sehingga total bodypack yang berhasil ditemukan hingga saat ini berjumlah 53 unit.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menyampaikan bahwa proses identifikasi korban terus dilakukan secara intensif oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat.

“Diperkirakan masih ada 27 korban yang dalam pencarian. Hingga kini, Tim DVI Polda Jawa Barat telah berhasil mengidentifikasi 38 korban, dan seluruhnya telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” ujar Ade, Rabu (28/1/2026).

Ade menjelaskan, pelaksanaan operasi SAR pada hari kelima dihadapkan pada kendala cuaca. Sejak pagi hingga siang, hujan ringan mengguyur kawasan lokasi longsor secara merata, disertai visibilitas terbatas yang berdampak langsung pada efektivitas pencarian.

Kondisi medan yang labil dan berisiko tinggi memaksa tim SAR gabungan menerapkan pola pencarian secara terbatas dan selektif, dengan mengutamakan keselamatan personel. Bahkan, pada pagi hingga menjelang siang hari, pencarian di Sektor A2 dan A3 sempat dihentikan sementara karena berada di jalur rawan longsoran susulan.

Setelah dilakukan evaluasi keselamatan oleh petugas khusus, operasi pencarian kembali dilanjutkan. Mulai pukul 13.00 WIB, Sektor A1 dan A2 kembali diaktifkan dengan pengawasan ketat.

“Operasi SAR akan terus dilanjutkan dengan prinsip utama keselamatan personel sebagai prioritas tertinggi, pengendalian risiko bencana susulan, serta akurasi dan transparansi data korban, dengan mengedepankan sinergi seluruh unsur yang terlibat,” tutup Ade.

(MI/Sugeng)