Cuaca Buruk Hambat Evakuasi Longsor Cisarua Bandung Barat, 48 Korban Ditemukan

Tim SAR Bagi Area Longsor Menjadi Lima Worksite untuk Maksimalkan Pencarian Korban Hilang

Redaksi
Cuaca buruk disertai hujan berkabut tebal menyebabkan proses pencarian korban longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat terkendala pada hari kelima evakuasi, Rabu 28 Januari 2026 (Foto: RRI/Bilal Wibisono)

BANDUNG BARAT | KLIKGENZ — Proses pencarian dan evakuasi korban tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Namun, cuaca ekstrem dan medan yang berat menjadi tantangan utama dalam upaya menemukan korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang.

Untuk mengoptimalkan pencarian, tim SAR membagi area terdampak longsor ke dalam lima worksite, yakni sektor A1, A2, A3, serta B1 dan B2. Pembagian ini dilakukan agar proses penyisiran dapat berlangsung lebih terkoordinasi dan menyeluruh.

Penentuan sektor pencarian didasarkan pada alur material longsoran, mulai dari bagian mahkota hingga lidah longsor. Area tersebut dipisahkan oleh aliran sungai kecil, dengan sisi kanan ditetapkan sebagai sektor A, sementara sisi kiri menjadi sektor B.

Kendati strategi telah dimaksimalkan, kondisi cuaca kerap menghambat proses evakuasi. Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat hampir setiap hari mengguyur lokasi bencana, bahkan sering disertai kabut tebal yang membatasi jarak pandang personel di lapangan.

Memasuki hari kelima pencarian, operasi evakuasi sempat dihentikan sementara akibat hujan sedang hingga lebat. Kondisi tersebut dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan tim SAR, terutama karena jarak pandang yang sangat terbatas.

“Tim SAR gabungan tidak bisa melaksanakan kegiatan pada malam hari karena sudut pandang sangat terbatas,” ujar salah satu perwakilan tim SAR di lokasi kejadian.

Hingga saat ini, 48 jenazah korban longsor telah berhasil dievakuasi, sementara puluhan korban lainnya masih dinyatakan hilang. Tim SAR memastikan operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan personel serta perkembangan kondisi cuaca di lapangan. [*]