JAKARTA | KLIKGENZ — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi melantik keanggotaan Dewan Energi Nasional (DEN) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/1/2026). Pelantikan ini menandai langkah strategis pemerintah dalam memperkuat tata kelola dan arah kebijakan energi nasional lintas sektor.
Pelantikan anggota DEN tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden RI Nomor 134/P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota DEN dari unsur pemangku kepentingan serta Keppres Nomor 6/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Keanggotaan DEN dari unsur pemerintah.
Dari unsur pemerintah, Presiden melantik sejumlah menteri kunci yang dinilai memiliki peran strategis dalam sinkronisasi kebijakan energi nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia dipercaya sebagai Ketua Harian Dewan Energi Nasional, didampingi para menteri lintas sektor, mulai dari keuangan, perencanaan pembangunan, perhubungan, perindustrian, pertanian, pendidikan tinggi, hingga lingkungan hidup.
Keterlibatan lintas kementerian ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor energi sebagai fondasi utama pembangunan berkelanjutan, ketahanan nasional, serta transisi menuju energi ramah lingkungan.
Sementara itu, dari unsur pemangku kepentingan, Presiden melantik delapan tokoh yang berasal dari berbagai latar belakang keahlian dan pengalaman di bidang energi dan kebijakan publik. Kehadiran unsur non-pemerintah diharapkan mampu memperkaya perspektif, sekaligus memperkuat fungsi pengawasan dan perumusan kebijakan strategis DEN.
Prosesi pelantikan ditandai dengan pengambilan sumpah jabatan oleh Presiden Prabowo Subianto, dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara. Acara kemudian ditutup dengan pemberian ucapan selamat yang diawali oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta diikuti para undangan.
Dengan pelantikan ini, Dewan Energi Nasional diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam merumuskan kebijakan energi yang berdaulat, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan nasional jangka panjang. [*]







