JAKARTA | KLIKGENZ – Pemerintah Arab Saudi melalui Presidensi Urusan Keagamaan resmi meluncurkan rencana operasional Ramadan 1447 Hijriah atau tahun 2026 untuk Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Strategi ini disiapkan sebagai langkah besar memperkuat pelayanan jamaah dunia, termasuk jutaan umat Muslim dari Indonesia, melalui transformasi digital, perluasan layanan multibahasa, serta inovasi berbasis teknologi.
Peluncuran rencana tersebut diumumkan langsung Presiden Urusan Keagamaan Arab Saudi, Sheikh Dr. Abdulrahman Al-Sudais, yang menegaskan bahwa penyelenggaraan Ramadan 2026 akan mengedepankan prinsip moderasi, keseimbangan, dan pemanfaatan teknologi modern dalam pelayanan ibadah.
“Ramadan mendatang dijalankan dengan pendekatan komprehensif yang memadukan spiritualitas, pelayanan jamaah, serta teknologi untuk menjangkau umat Islam di seluruh dunia,” ujar Sheikh Al-Sudais.
Ia menjelaskan, strategi ini disusun dengan metodologi menyeluruh guna mengantisipasi kebutuhan jamaah lintas negara, latar budaya, dan bahasa. Fokus utama diarahkan pada peningkatan pengalaman ibadah, penguatan dakwah Al-Qur’an dan Sunnah, serta pengokohan peran Arab Saudi sebagai pusat kepemimpinan keagamaan global.
Transformasi Digital Jadi Sarana Dakwah Global
Rencana operasional Ramadan 2026 mencakup pengembangan layanan penerjemahan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan transformasi digital sebagai instrumen dakwah internasional. Layanan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi ke depan tidak hanya berorientasi fisik, tetapi juga menjangkau umat melalui platform digital lintas negara.
Supervisor Media dan Komunikasi, Dr. Salem bin Ali Arijah, menegaskan bahwa strategi ini menjadi lompatan kualitatif dalam penyajian media keagamaan.
“Kami ingin menghadirkan kisah Masjidil Haram dan Nabawi secara profesional dan humanis, agar pesan dua masjid suci dapat dipahami dan dirasakan umat Islam di seluruh dunia,” ujarnya.
Tujuh Program Strategis dan Sepuluh Jalur Operasional
Mengutip laman theislamicinformation, rencana Ramadan 2026 akan dijalankan melalui tujuh program strategis yang diterapkan dalam sepuluh jalur operasional. Jalur tersebut meliputi bidang akademik, dakwah, media, transformasi digital, hingga layanan khusus urusan perempuan, penerjemahan, dan relawan.
Pendekatan ini dirancang agar seluruh aktivitas Ramadan di dua masjid suci dapat berjalan terintegrasi, adaptif, dan berkelanjutan.
100 Inisiatif Baru, Hadirkan ‘Hidayah Hackathon’
Sebanyak 100 inisiatif operasional berkualitas tinggi disiapkan dalam program Ramadan 2026. Sejumlah terobosan baru yang diperkenalkan antara lain:
Hidayah Hackathon sebagai ruang inovasi teknologi dakwah
Hidayah Center
Ijlal Exhibition
Peluncuran platform digital baru
Perluasan layanan penerjemahan ke lebih dari 40 bahasa
Pelaksanaan program ini akan ditangani oleh tim terpadu yang melibatkan lebih dari 850 personel, terdiri dari imam, khatib, guru, pendakwah, hingga muazin yang bertugas sepanjang bulan suci Ramadan.
Langkah ini menegaskan komitmen Arab Saudi dalam menghadirkan pelayanan Ramadan yang inklusif, modern, dan relevan dengan dinamika umat Islam global, termasuk jamaah asal Indonesia yang setiap tahunnya menjadi salah satu komunitas terbesar di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. [*]







