News  

Berpikir Bergerak Berdampak: Hima Administrasi Publik UMNatsir Bukittinggi Sosialisasi Anti-Bullying

Melalui metode interaktif "Pohon Ungkapan", mahasiswa UMNatsir ajak siswa SDN 08 Tarok Dipo ciptakan lingkungan sekolah ramah anak

Rafi Dirga Maulana
Dok : Hima Adp Umnatsir Bukittinggi

BUKITTINGGI | KlikGenZ – Mengusung motto “Berpikir, Bergerak, Berdampak”, Himpunan Mahasiswa (Hima) Administrasi Publik Universitas Mohammad Natsir (UMNatsir) Bukittinggi menggelar aksi nyata dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman. Tim mahasiswa melaksanakan sosialisasi anti-bullying bagi siswa kelas 5 di SDN 08 Tarok Dipo, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, baru-baru ini.

Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman sejak dini mengenai bahaya perundungan serta pentingnya memupuk rasa saling menghargai di lingkungan sekolah.

Sosialisasi dikemas secara interaktif agar pesan yang disampaikan mudah diterima oleh anak-anak. Selain penyampaian materi sederhana, mahasiswa juga mengajak siswa mempraktikkan simulasi kasus perundungan yang sering terjadi. Salah satu sesi yang paling menarik adalah metode “Pohon Ungkapan”, di mana siswa diberi kesempatan menuliskan perasaan mereka terkait pengalaman perundungan lalu menempelkannya di media yang telah disediakan.

Dalam pemaparannya, pemateri menjelaskan bahwa perilaku bullying tidak hanya terbatas pada kekerasan fisik seperti memukul atau mendorong. Tindakan verbal seperti ejekan, penghinaan, hingga sikap sosial seperti mengucilkan teman juga termasuk dalam bentuk perundungan yang menyakitkan.

“Anak-anak diajak untuk menyadari bahwa perilaku tersebut berdampak buruk bagi korban, mulai dari munculnya rasa takut, rendah diri, hingga gangguan psikologis yang serius,” ungkap salah satu perwakilan mahasiswa penyelenggara.

Bagi Hima Administrasi Publik UMNatsir Bukittinggi, kegiatan ini sangat krusial untuk membentuk karakter siswa. Sekolah seharusnya menjadi ruang yang tidak hanya untuk menuntut ilmu, tetapi juga wadah membangun empati, toleransi, dan rasa hormat terhadap perbedaan.

Melalui gerakan ini, diharapkan siswa SDN 08 Tarok Dipo tumbuh menjadi pribadi yang berani, peduli, dan mampu menghargai sesama tanpa diskriminasi. Langkah awal ini diharapkan mampu membangun budaya sekolah yang bebas dari kekerasan, serta menciptakan atmosfer belajar yang nyaman dan menyenangkan bagi seluruh warga sekolah.