BUKITTINGGI | KlikGenZ – Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik (HIMA AP) Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi kembali menunjukkan aksi nyata dalam memperkuat karakter generasi muda. Kali ini, para mahasiswa menggelar sosialisasi pencegahan perundungan bagi siswa kelas V di SD Negeri 09 Belakang Balok, Kota Bukittinggi, pada Selasa, 27 Januari 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program kerja HIMA AP yang dilaksanakan secara maraton sejak 20 Januari hingga 5 Februari 2026. Sasarannya adalah menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan berkarakter bagi siswa pada tingkat sekolah dasar dan menengah pertama.
Dengan mengusung tema Sekolah Menyenangkan Tanpa Gangguan, aksi ini merupakan respons mahasiswa terhadap tantangan meningkatnya kasus perundungan di lingkungan pendidikan. Melalui pendekatan edukatif, para mahasiswa berupaya menanamkan nilai saling menghormati dan menjaga batasan pergaulan. Fokus utama edukasi adalah mengajak siswa menolak segala bentuk kekerasan, baik secara verbal, fisik, maupun sosial yang dapat menghambat tumbuh kembang anak.
Penyampaian materi dilakukan dengan metode interaktif dan ramah anak. Empat perwakilan mahasiswa HIMA Administrasi Publik menyajikan dialog santai, permainan edukatif, hingga simulasi sederhana yang relevan dengan keseharian siswa. Strategi ini digunakan agar pesan pencegahan perundungan dapat terserap secara alami tanpa memberikan kesan menggurui.
Selama sesi berlangsung, para siswa diperkenalkan pada berbagai bentuk perundungan. Mereka juga diajak untuk menumbuhkan keberanian dalam bersikap tegas, saling melindungi teman, serta tidak takut melapor kepada guru jika melihat atau mengalami tindakan tidak pantas. Partisipasi aktif terlihat dari antusiasme siswa dalam sesi diskusi dua arah.
Bagi HIMA Administrasi Publik UMNatsir, kegiatan ini bukan sekadar agenda formal organisasi, melainkan wujud pengabdian sosial dalam merespons isu pendidikan karakter. Pihak sekolah menyambut positif inisiatif ini dan berharap program serupa terus berlanjut sebagai langkah preventif membangun budaya sekolah yang ramah anak dan beretika.
Rangkaian aksi ini selaras dengan motto organisasi, Berpikir, Bergerak, Berdampak. Melalui edukasi langsung di lapangan, mahasiswa bertekad memberikan kontribusi nyata bagi terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih sehat dan bermartabat di Kota Bukittinggi.






