JAKARTA | KLIKGENZ – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka wacana strategis pengambilalihan salah satu lembaga keuangan di bawah Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Langkah ini ditujukan agar Kementerian Keuangan dapat mengelola penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara langsung dan lebih efisien.
Purbaya mengungkapkan, pihaknya telah melakukan diskusi intensif dengan Danantara, khususnya terkait ketertarikan Kemenkeu untuk mengambil alih PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Namun hingga kini, rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan.
“Saya lagi diskusi dengan Danantara untuk ambil KUR-nya. Salah satu unit yang saya tertarik itu sebenarnya PNM. Tapi sampai sekarang belum dikasih,” ujar Purbaya saat ditemui di kompleks DPR RI, Rabu (4/2/2026).
Ia menegaskan, apabila PNM berada di bawah kendali Kemenkeu, lembaga tersebut akan difokuskan sepenuhnya sebagai penyalur KUR. Dengan begitu, pemerintah bisa memiliki kendaraan khusus atau special mission vehicle (SMV) yang secara langsung menjalankan misi pembiayaan UMKM.
Menurut Purbaya, selama ini Kemenkeu harus mengalokasikan subsidi bunga KUR hingga hampir Rp40 triliun setiap tahun. Jika memiliki SMV sendiri, dana tersebut bisa langsung disalurkan kepada nasabah KUR tanpa perantara.
“Kalau saya punya SMV, Rp40 triliun itu bisa langsung saya salurkan ke nasabah KUR. Dalam empat tahun, saya bisa punya bank kecil dengan modal Rp160 triliun. Itu sudah besar,” jelasnya.
Ia menilai skema tersebut jauh lebih berkelanjutan dibandingkan terus mengucurkan subsidi bunga setiap tahun tanpa penguatan institusi penyalur di bawah kendali langsung negara.
“Uang negara tidak habis tiap tahun hanya untuk subsidi. KUR-nya bisa lebih baik, lebih tepat sasaran,” katanya.
Saat disinggung soal kemungkinan membeli PNM dari Danantara, Purbaya menyampaikannya dengan nada santai. “Bukan diskusi lagi, saya mau beli dari Danantara. Kalau enggak dikasih, kita naikin pajaknya saja,” ujarnya sembari berseloroh. [*]







