Badai Leonardo Terjang Spanyol, Ribuan Warga Dievakuasi dan Sekolah Ditutup

Hujan ekstrem di Andalusia picu siaga merah, banjir besar mengancam Spanyol dan Portugal

Foto: Seorang turis menyeberangi jalan yang banjir setelah badai Gabrielle menghantam pulau di Ibiza, Spanyol, 30 September 2025. (REUTERS/Francisco Ubilla)

JAKARTA | KLIKGENZ – Badai dahsyat bernama Leonardo menerjang wilayah selatan Spanyol dan memicu krisis cuaca serius di kawasan Andalusia. Hujan ekstrem yang turun tanpa henti memaksa ribuan warga dievakuasi, sementara aktivitas pendidikan lumpuh total akibat ancaman banjir besar dan longsor.

Badan Meteorologi Spanyol (AEMET) pada Rabu (4/2/2026) menetapkan status siaga merah, level peringatan tertinggi, di sejumlah wilayah Andalusia. Curah hujan yang disebut “luar biasa” itu terjadi di wilayah dengan kondisi tanah sudah jenuh air, sehingga meningkatkan risiko luapan sungai dan pergerakan tanah.

“Hujan dalam jumlah sangat besar sedang terjadi di area yang tanahnya telah jenuh dan alur sungainya sudah sarat air akibat hujan sebelumnya,” ujar juru bicara AEMET, Ruben del Campo, dikutip dari AFP.

Layanan darurat Andalusia mencatat lebih dari 3.000 warga telah dievakuasi sejak Selasa sebagai langkah pencegahan. Evakuasi difokuskan pada permukiman di sekitar sungai, dataran rendah, serta kawasan yang kerap tergenang saat hujan ekstrem.

Pemerintah daerah mengerahkan ratusan personel militer untuk memperkuat tim penyelamat sipil di lapangan. Selain itu, seluruh sekolah di Andalusia ditutup sementara, kecuali di Provinsi Almeria yang dinilai relatif lebih aman dari dampak langsung badai.

Ancaman cuaca ekstrem ini membangkitkan kembali ingatan kelam Spanyol terhadap banjir mematikan Oktober 2024, yang menewaskan lebih dari 230 orang, mayoritas terjadi di wilayah Valencia.

Dampak badai Leonardo juga meluas ke Portugal. Negara tersebut menetapkan status siaga oranye di sejumlah wilayah pesisir saat badai masuk dari Samudra Atlantik. Pekan lalu, cuaca ekstrem di Portugal dilaporkan menelan lima korban jiwa.

Sementara itu, wilayah utara dan tengah Portugal juga bersiaga terhadap potensi hujan salju lebat, disertai angin kencang dan presipitasi tinggi yang diperkirakan berlangsung hingga Sabtu.

Para ilmuwan menilai peningkatan frekuensi dan intensitas badai seperti Leonardo tidak terlepas dari perubahan iklim global akibat aktivitas manusia. Pemanasan global dinilai membuat cuaca ekstrem menjadi lebih sering, lebih lama, dan semakin merusak.