THAILAND | KLIKGENZ – Pemerintah Thailand bergerak cepat merespons merebaknya virus Nipah di India. Melalui Kementerian Kesehatan Masyarakat, otoritas setempat memperketat pemeriksaan kesehatan terhadap penumpang internasional, khususnya yang datang dari wilayah Bengal Barat, India timur, yang saat ini menjadi pusat klaster terbaru virus mematikan tersebut.
Sedikitnya 1.700 penumpang dari India telah menjalani skrining ketat setibanya di Thailand. Pemeriksaan difokuskan di tiga pintu masuk utama, yakni Bandara Suvarnabhumi, Don Mueang, dan Phuket, yang setiap harinya menerima hampir 700 penumpang dari Kolkata.
Mengutip laporan Independent, hingga kini belum ditemukan indikasi penularan virus Nipah pada pelancong yang diperiksa. Namun pemerintah menegaskan kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama.
Menteri Kesehatan Thailand, Phatthana Phromphat, menyatakan kebijakan ini dijalankan sesuai arahan langsung Perdana Menteri Anutin Charnvirakul sebagai langkah pencegahan dini.
“Jika ditemukan penumpang dengan gejala mencurigakan, yang bersangkutan akan langsung dikarantina dan hasil pemeriksaan laboratorium bisa diketahui dalam waktu delapan jam,” ujar Phromphat.
Ia menekankan bahwa risiko penularan virus Nipah di dalam pesawat tergolong rendah. Menurutnya, karakteristik penularan Nipah berbeda jauh dibanding Covid-19.
“Virus Nipah tidak menular tanpa gejala. Berbeda dengan Covid-19, penderita Nipah hanya berisiko menularkan ketika sudah menunjukkan gejala klinis,” jelasnya.
India Laporkan Klaster Baru
India sebelumnya melaporkan dua kasus baru virus Nipah di Kolkata sejak Desember lalu. Kementerian Kesehatan India menyebut kedua pasien merupakan tenaga kesehatan. Dari 196 orang yang sempat melakukan kontak erat, seluruhnya dinyatakan negatif setelah pemeriksaan.
Virus Nipah pertama kali teridentifikasi di Asia Tenggara pada akhir 1990-an, melalui wabah di Malaysia dan Singapura yang kala itu banyak menyerang pekerja peternakan babi. Dalam perkembangannya, wabah di India dan Bangladesh sering dikaitkan dengan konsumsi getah kurma mentah yang terkontaminasi kelelawar buah, yang dikenal sebagai inang alami virus tersebut.
Thailand Redam Isu Kelelawar
Menanggapi kekhawatiran publik terkait penampakan kelelawar buah di Phra Nakhon Si Ayutthaya, otoritas kesehatan Thailand menegaskan tidak ada bukti keterkaitan dengan infeksi virus Nipah di negara tersebut.
Sementara itu, kewaspadaan regional juga meningkat. Otoritas kesehatan Hong Kong menyarankan warganya untuk menunda perjalanan ke Bengal Barat. Nepal telah memberlakukan pemeriksaan tambahan di Bandara Kathmandu dan perbatasan darat. Sedangkan Taiwan mengusulkan agar Nipah diklasifikasikan sebagai penyakit Kategori 5, yakni penyakit langka atau baru dengan risiko tinggi terhadap kesehatan publik.
Meski sejumlah pembatasan perjalanan diperkirakan akan terjadi, komunitas internasional diminta tetap tenang. “Situasi ini perlu dicermati, tapi tidak perlu menimbulkan kepanikan,” kata Vishal Melwani, Wakil Presiden Asosiasi India Hong Kong. [*]







