News, Tren  

BTN Targetkan 150 Ribu Rumah Rendah Emisi hingga 2029

BTN Percepat Pembiayaan Hunian Hijau, Proyeksi 200 Ribu Unit RRE pada 2030

Redaksi
Foto: Direktur Manajemen Risiko BTN Setiyo Wibowo dan Direktur Commercial Banking BTN Hermita saat media briefing di Perumahan Mutiara Gading City, Bekasi Utara, Rabu (4/1/2026). (CNBC Indonesia/Zefanya Aprilia)

BEKASI | KLIKGENZ — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) semakin agresif menggarap sektor pembiayaan perumahan berkelanjutan. Bank pelat merah ini menargetkan pembiayaan 150.000 unit Rumah Rendah Emisi (RRE) hingga tahun 2029, sebagai bagian dari komitmen transisi menuju pembiayaan hijau.

Direktur Manajemen Risiko BTN, Setiyo Wibowo, menyampaikan bahwa target tersebut merupakan implementasi dari roadmap perumahan emisi rendah yang telah dijalankan BTN sejak kuartal IV-2024. Bahkan, pada 2030 mendatang, jumlah rumah rendah emisi yang dibiayai BTN diproyeksikan menembus 200.000 unit.

“Target kami sampai 2029 adalah 150 ribu unit. Kalau sampai 2030, ekspektasinya bisa mencapai 200 ribu unit rumah rendah emisi,” ujar Setiyo dalam media briefing di Perumahan Mutiara Gading City, Bekasi Utara, Rabu (4/1/2026).

Program Rumah Rendah Emisi sendiri mengusung konsep hunian berkelanjutan, mulai dari efisiensi energi dan air, pengelolaan limbah rumah tangga, hingga penggunaan material ramah lingkungan yang mampu menekan emisi karbon.

Sepanjang tahun 2025, BTN tercatat telah membiayai 11.412 unit RRE. Dampaknya, program tersebut diklaim setara dengan penanaman 2.627 pohon per tahun atau pengurangan emisi karbon hingga 157,6 ton CO₂.

“Secara bisnis tetap berjalan, tapi di sisi lain juga ada kontribusi nyata untuk lingkungan. Itu yang kami jaga keseimbangannya,” jelas Setiyo.

Dari sisi pembiayaan, BTN mencatat rata-rata nilai kredit Rumah Rendah Emisi berada di kisaran Rp200 juta per unit. Dengan demikian, total portofolio pembiayaan RRE yang telah dikucurkan BTN saat ini mencapai sekitar Rp2,28 triliun.

Langkah ini sekaligus mempertegas posisi BTN sebagai motor utama pembiayaan sektor perumahan nasional, sekaligus pemain strategis dalam mendorong agenda pembangunan hijau dan rendah karbon di Indonesia. [*]