Pariaman | KlikGenZ – Setelah sukses digelar di Pustaka Steva Kota Padang pada 16 Desember 2025 lalu, penulis muda asal Sumatera Barat, Rizky Utama, kembali melaksanakan acara bedah buku pertamanya di Renungan Ngopii, Kota Pariaman, Sabtu (7/2/2026). Kegiatan ini menjadi langkah lanjutan Rizky dalam memperkenalkan karya perdananya ke berbagai kota dan kabupaten di Sumatera Barat.
Acara bedah buku tersebut terasa istimewa dengan kehadiran Genta Kiswara, penulis populer asal Pariaman. Dalam sambutannya, Genta menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kegiatan literasi seperti bedah buku dan diskusi publik yang menurutnya mulai jarang ditemui di Kota Pariaman.
“Diskusi dan bedah buku di Pariaman belakangan ini mulai pudar. Karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting untuk menjaga semangat literasi agar tetap tumbuh,” ujar Genta. Ia mengaku senang dan bangga melihat anak muda berani mengambil peran dalam menghidupkan kembali ruang-ruang diskusi literasi di kota tersebut.
Antusiasme peserta tetap tinggi meskipun hujan mengguyur Kota Pariaman sejak sore hari. Ipang, selaku Owner Renungan Ngopii, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya melihat acara berjalan lancar dan penuh semangat. Ia berharap Renungan Ngopii dapat terus menjadi ruang terbuka bagi diskusi publik yang tenang, hangat, dan bermakna.
“Walau hujan, semangat teman-teman luar biasa. Harapannya, Renungan Ngopii bisa terus menghadirkan kegiatan-kegiatan seperti ini dan menjadi ruang diskusi yang nyaman,” ungkap Ipang.
Acara bedah buku ini dipandu oleh M. Ali Al Hafiz sebagai moderator, dengan dua pembahas, Dwi Yuan Nadhila dan Aulia Resti, yang mengulas buku Rizky dari berbagai sudut pandang dan membuka diskusi yang interaktif dengan para peserta.
Di akhir acara, Rizky Utama menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya Renungan Ngopii yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan harapannya agar agenda bedah buku dapat terus berlanjut ke kota dan kabupaten lain di Sumatera Barat.
“Ini bukan sekadar tentang buku saya, tetapi tentang menjaga literasi agar tetap tumbuh dan hidup di Sumatera Barat. Semoga langkah kecil ini bisa terus berlanjut,” tutup Rizky.






