Tarhib Ramadhan 2026: Masjid dan Sekolah Disulap Jadi Ruang Healing Gen-Z yang Estetik dan Inklusif

Dakwah Era 4.0 Hadirkan Workshop Konten, Eco-Masjid, hingga Healing with Quran untuk Sambut Ramadan Lebih Fun dan Bermakna

Foto : ilustrasi AI

TARHIB | KLIKGENZ – Tarhib Ramadhan 2026 tak lagi sekadar seremoni menyambut bulan suci. Tahun ini, masjid dan sekolah bertransformasi menjadi ruang healing spiritual yang estetik, inklusif, dan sangat relate dengan Gen-Z.

Di tengah tekanan era digital, pendekatan dakwah kini memadukan nilai keislaman dengan isu kekinian seperti mindfulness, kesehatan mental, hingga kepedulian lingkungan. Ramadan bukan lagi sekadar kewajiban ibadah, tapi momentum “glow up” hati dan diri yang paling dinanti.

Konsep ini masuk dalam kategori Kreatif & Digital (Dakwah Era 4.0). Remaja diajak mengikuti workshop “Dakwah Lewat Reels/TikTok” agar mampu membuat konten islami yang estetik tanpa terkesan menggurui. Ada pula sesi Ramadhan Content Planner, membantu siswa dan remaja masjid menyusun jadwal konten positif selama 30 hari puasa.

Podcast Corner “Ngabuburit” menjadi daya tarik baru. Studio sederhana di pojok masjid menghadirkan talkshow santai bersama alumni atau tokoh lokal. Bahkan, Pameran Seni AI Islami membuka ruang eksplorasi kaligrafi dan ilustrasi berbasis Artificial Intelligence.

Baca Juga  Festival Megengan 2026 di Demak Dimajukan, 500 Peserta Siap Meriahkan Kirab Budaya Sambut Ramadan 1447 H

Tak ketinggalan, E-Sport Tournament “Piala Ramadhan” digelar ba’da Ashar dengan komitmen berhenti sebelum berbuka, menegaskan bahwa teknologi dan tradisi bisa berjalan beriringan.

Di sisi lain, semangat Sustainable Ramadan hadir lewat gerakan Eco-Masjid. Aksi deep cleaning masjid dikemas seru dengan pembagian tim dan alat modern. Workshop Zero Waste Iftar mengedukasi jamaah untuk berbuka tanpa sampah plastik, sementara program Sedekah Sampah memungkinkan botol plastik ditukar dengan kupon takjil.

Gerakan menanam “Kebun Surga” dan Fashion Swap “Baju Lebaran” juga digaungkan untuk menekan limbah tekstil dan memperkuat gaya hidup ramah lingkungan.

Dimensi mental health turut mendapat perhatian serius. Kajian “Healing with Quran” membedah ayat-ayat Al-Qur’an terkait anxiety dan overthinking. Sesi “Curhat Ustaz” menghadirkan ruang konseling anonim bagi remaja yang ingin bertanya soal persoalan pribadi.

Ramadhan Journaling Workshop dan Muhasabah “Glow Up” Hati menghadirkan suasana reflektif dengan konsep syahdu namun tetap syar’i. Bahkan, diskusi buku karya Tere Liye menjadi magnet tersendiri bagi pecinta literasi islami.

Baca Juga  MUI Padang Pariaman Tetapkan Zakat Fitrah 1447 H, Ini Rinciannya

Pada ranah sosial, konsep berbagi juga tampil lebih kreatif. QRIS Infaq Hunt memperkenalkan sedekah digital dengan cara interaktif. Lelang Barang Kesayangan dan Fandom Charity mengajak komunitas anak muda berdonasi atas nama hobi dan fandom mereka.

Sahur on The Road versi tertib dan War Takjil Organizer membuktikan bahwa aksi sosial bisa tetap rapi, aman, dan berdampak luas.

Sementara di bidang pengembangan diri, pelatihan public speaking “Jadi MC Tarawih”, cooking class “Takjil Viral”, hingga diskusi panel “Islam & Logika” menjadi ruang aman untuk bertanya dan bertumbuh. Posyandu remaja dengan cek kesehatan gratis pun disiapkan agar generasi muda memasuki Ramadan dalam kondisi prima.

Pawai Obor Elektrik menggunakan lampu LED menjadi simbol bahwa tradisi bisa tampil futuristik tanpa kehilangan makna.

Tarhib Ramadhan 2026 akhirnya membuktikan bahwa dakwah tak harus kaku. Dengan kemasan fun, kreatif, dan tetap syari, Ramadan kini hadir sebagai ruang kolaborasi, refleksi, sekaligus perayaan spiritual yang benar-benar dekat dengan Gen-Z.