Regenerasi Petani Milenial di Lamongan Terancam, Smart Farming Jadi Harapan Baru

Dominasi petani usia di atas 40 tahun picu kekhawatiran ketahanan pangan, teknologi dan akses pasar dinilai jadi kunci menarik generasi muda.

LAMONGAN | KLIKGENZ – Regenerasi petani milenial di Kabupaten Lamongan menjadi alarm serius bagi masa depan ketahanan pangan daerah. Di tengah statusnya sebagai salah satu lumbung pangan Jawa Timur, sektor pertanian Lamongan kini menghadapi tantangan krusial: dominasi petani berusia di atas 40 tahun dan minimnya minat generasi muda untuk terjun ke sawah dan ladang.

Ketua Forum Komunikasi P4S Kabupaten Lamongan, Bambang Supriyanto, menegaskan bahwa keberlanjutan pertanian sangat bergantung pada keterlibatan generasi milenial. Tanpa regenerasi yang terstruktur dan inovatif, produktivitas pertanian dikhawatirkan akan menurun dalam beberapa dekade ke depan.

“Regenerasi petani milenial adalah kunci keberlanjutan pertanian. Harus ada peluang nyata melalui teknologi, pelatihan inovatif, dan akses pasar agar pertanian dilihat sebagai usaha menjanjikan,” ujar Bambang, Kamis (12/2/2026).

Baca Juga  Celana Dalam Hilang di Jemuran, Mahasiswi KKN Heboh dan Takut Diintip!

Menurutnya, masih kuatnya stigma bahwa pertanian kurang prospektif menjadi hambatan psikologis bagi anak muda. Ditambah lagi keterbatasan akses lahan, minimnya pembiayaan, serta pendidikan pertanian yang belum sepenuhnya adaptif terhadap perkembangan teknologi, mempersempit peluang regenerasi.

Padahal, pendekatan pertanian berkelanjutan kini menjadi agenda strategis nasional. Konsep ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem, efisiensi pemanfaatan sumber daya alam, serta penguatan ekonomi desa.

Bambang menilai, transformasi citra pertanian dapat dimulai dengan pemanfaatan teknologi modern seperti smart farming, penggunaan sensor otomatis, hingga pemasaran digital berbasis platform daring. Inovasi ini dinilai mampu menarik minat generasi muda yang akrab dengan teknologi dan dunia digital.

Baca Juga  Drone Pertanian Tingkatkan Produktivitas Padi, Brigade Pangan Sidoharjo Lampung Selatan Manfaatkan Teknologi Robotik

Sejumlah program pelatihan pertanian berkelanjutan memang telah melibatkan ratusan pemuda di berbagai daerah. Namun, tantangan struktural seperti ketersediaan lahan, akses pembiayaan, dan dukungan infrastruktur pertanian masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara kolaboratif.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga pelatihan, dan komunitas petani dapat menciptakan ekosistem yang kondusif bagi lahirnya petani milenial. Dengan begitu, pertanian Indonesia tetap produktif, ramah lingkungan, dan berdaya saing di tengah dinamika global. [*]