Longsor Lembah Anai Sabtu Malam, Jalur Padang–Bukittinggi Sempat Lumpuh Dua Jam

Material tanah menutup sebagian badan jalan, arus dari Padang Panjang tersendat sebelum akhirnya kembali normal pukul 21.30 WIB.

PADANG PANJANG | KLIKGENZ – Hujan yang mengguyur kawasan perbukitan kembali memicu longsor di jalur strategis penghubung PadangBukittinggi via Lembah Anai, Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.

Material tanah dan bebatuan dilaporkan menutup sebagian badan jalan, menyebabkan arus lalu lintas dari arah Padang Panjang tersendat. Sejumlah kendaraan terpaksa mengantre panjang karena akses hanya dapat dilalui secara bergantian.

Informasi awal diperoleh dari unggahan media sosial. Salah seorang pengguna jalan, Salman Hardani, mengaku terjebak kemacetan hingga dua jam tanpa mengetahui penyebabnya di awal perjalanan.

“Sudah dua jam terjebak macet di Padang Panjang, ternyata menurut informasi ada longsor lagi di Lembah Anai,” tulisnya dalam unggahan Facebook.

Baca Juga  Berkah Ramadan, Perajin Batu Nisan di Desa Pauh Pariaman Kebanjiran Pesanan

Akses Sempat Tersendat

Berdasarkan laporan sementara, longsor tidak menutup total badan jalan. Namun, timbunan material di satu sisi jalur membuat kendaraan besar seperti truk dan bus antarkota harus ekstra hati-hati saat melintas. Sistem buka-tutup jalur menyebabkan perlambatan signifikan.

Jalur PadangBukittinggi via Lembah Anai memang dikenal sebagai titik rawan longsor, terutama saat intensitas hujan tinggi. Kontur tebing yang curam dan kondisi tanah labil meningkatkan risiko pergerakan material dari atas perbukitan.

Jalur Kembali Normal

Kabar terbaru yang diterima redaksi hingga pukul 21.30 WIB menyebutkan arus lalu lintas di kawasan Lembah Anai sudah dapat dilalui kembali. Kendaraan mulai bergerak normal meski pengendara tetap diminta waspada terhadap potensi longsor susulan.

Baca Juga  Krisis Air Bersih Meluas, Pemko Padang Berlakukan Satu Komando Distribusi Air Jelang Ramadan

Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, peristiwa tersebut kembali menjadi alarm bagi pentingnya mitigasi dan pemantauan rutin di jalur vital Sumatera Barat.

Sebagai penghubung utama antarwilayah, jalur PadangBukittinggi via Lembah Anai merupakan urat nadi mobilitas warga serta distribusi logistik. Masyarakat diimbau selalu memperbarui informasi kondisi jalan sebelum bepergian, terutama saat cuaca ekstrem melanda. [*]