Gebyar Bazar & Pawai Obor Gesik Sambut Ramadan 2026, UMKM Laris Manis Diserbu Warga

Remaja Desa Gesik, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon sukses gelar bazar dan arak-arakan Ramadan perdana, pemerintah desa beri dukungan penuh.

Sumber foto rakyatcirebon.com

CIREBON | KLIKGENZ – Semangat menyambut Ramadan 2026 di Desa Gesik tak hanya terasa khidmat, tetapi juga berdampak langsung pada geliat ekonomi warga. Untuk pertama kalinya, remaja Masjid Nurusysyuhada menggelar Gebyar Bazar dan arak-arakan Ramadan yang sukses menyedot antusiasme masyarakat.

Kegiatan yang dipusatkan di lingkungan Masjid Nurusysyuhada itu menjadi bukti bahwa gerakan pemuda masjid mampu menghadirkan ruang ibadah sekaligus pemberdayaan ekonomi. Sejak pukul 14.00 WIB, bazar UMKM mulai dipadati pengunjung yang berburu aneka kuliner dan produk kerajinan lokal, mulai dari jajanan tradisional hingga aksesoris seperti jepit rambut dan pernak-pernik kreatif.

Memasuki malam hari, suasana semakin semarak dengan pawai obor keliling desa yang diiringi penampilan drumband. Warga dari berbagai usia tumpah ruah mengikuti arak-arakan, menjadikan momen ini sebagai simbol kebersamaan menyambut bulan suci.

Baca Juga  Pemerintah Ringankan Beban Petani Aceh: Utang KUR Dihapus, Pemulihan Pertanian Dipercepat

Ketua Remaja Masjid Nurusysyuhada, Wahid Asyary, menyebut kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Tarhib Ramadan yang telah disusun sebelumnya.

“Rangkaian sudah dimulai dengan pengajian umum pada 6 Februari, dilanjutkan bazar 14 Februari, dan 15 Februari nanti ada Gerakan Masjid Bersih (Gemasih) yang melibatkan seluruh warga,” jelasnya.

Menurut Wahid, bazar ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi momentum strategis untuk menghidupkan UMKM desa. Bahkan, banyak pelaku usaha yang berharap kegiatan serupa bisa rutin digelar setiap tahun.

Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya lapak-lapak UMKM yang diserbu pembeli. Beberapa pedagang bahkan menambah stok dagangan karena permintaan yang meningkat drastis, termasuk dari warga desa sekitar.

Kuwu Desa Gesik, Agus Suara, menegaskan bahwa kegiatan tersebut murni inisiatif remaja masjid, sementara pemerintah desa berperan sebagai pendukung.

“Ini bukan kegiatan pemerintah desa, tapi kami sangat mendukung karena berdampak positif. Remaja punya ruang berkegiatan, UMKM juga ikut tumbuh,” ujarnya.

Baca Juga  Harga Bahan Pokok di Pasar Pariaman Jelang Ramadan 2026 Stabil, Cabai Merah dan Telur Naik

Ia menambahkan, mayoritas peserta bazar berasal dari Desa Gesik sendiri, meski ada juga pelaku UMKM dari wilayah tetangga yang masih memiliki keterkaitan administratif sebelumnya.

Sebagai kegiatan perdana, Agus mengakui masih ada evaluasi yang akan dilakukan agar pelaksanaan tahun depan lebih tertata dan melibatkan lebih banyak pelaku usaha.

“Selama kegiatan ini membawa dampak positif dan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat, tentu pemerintah desa siap mendukung penuh di tahun-tahun berikutnya,” tegasnya.

Gebyar Ramadan Desa Gesik 2026 bukan sekadar perayaan menyambut bulan suci, tetapi menjadi simbol kolaborasi pemuda dan pemerintah desa dalam membangun ekonomi berbasis masjid dari Gesik untuk kebersamaan dan kesejahteraan warga. [*]