Berkah Ramadan, Perajin Batu Nisan di Desa Pauh Pariaman Kebanjiran Pesanan

Tradisi ziarah kubur jelang Ramadan dongkrak omzet perajin batu nisan hingga dua kali lipat

PARIAMAN | KLIKGENZ – Memasuki bulan suci Ramadan, perajin batu nisan di Desa Pauh, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Sumatera Barat, merasakan lonjakan permintaan yang signifikan. Tradisi ziarah kubur yang menjadi kebiasaan masyarakat menjelang Ramadan membawa berkah tersendiri bagi pelaku usaha kerajinan tersebut.

Sejak beberapa pekan terakhir, para perajin mengaku kebanjiran pesanan. Warga berbondong-bondong memesan batu nisan baru untuk mengganti atau memperbaiki makam keluarga sebelum memasuki bulan penuh berkah.

Salah seorang perajin, Rosmadi, menyebutkan peningkatan permintaan tahun ini terasa lebih tinggi dibandingkan periode biasa.

Baca Juga  Bupati John Kenedy Azis Kawal Langsung Aspirasi Padang Pariaman ke DPR RI

“Setiap menjelang Ramadan memang selalu ada peningkatan. Namun tahun ini lonjakannya cukup signifikan. Banyak warga yang ingin memperbaiki makam keluarga sebelum puasa dimulai,” ujarnya, Senin (16/02/2026).

Menurut Rosmadi, pembeli tidak hanya berasal dari sekitar Kota Pariaman. Sejumlah pelanggan datang dari luar daerah karena kualitas bahan batu serta ragam model ukiran khas produksi perajin Desa Pauh yang sudah dikenal luas.

Foto: Imran Efendi/klikgenz.com

Dari sisi harga, batu nisan yang ditawarkan cukup variatif. Untuk tipe standar, harga dipatok mulai Rp500 ribu per unit. Sementara model dengan desain eksklusif dan ukiran khusus dibanderol antara Rp1 juta hingga Rp2,5 juta, tergantung bahan dan tingkat kerumitan pengerjaan.

Baca Juga  Sabar Menanti, Akhirnya 148 CPNS Kota Pariaman Terima SK Pengangkatan

Lonjakan pesanan ini diharapkan mampu bertahan hingga Ramadan bahkan menjelang Idulfitri. Para perajin berharap momentum musiman ini dapat mendongkrak pendapatan sekaligus memperkuat ekonomi keluarga mereka.

Tradisi ziarah kubur sebelum Ramadan sendiri telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat di berbagai daerah, termasuk di Kota Pariaman. Selain membersihkan makam, masyarakat juga memanjatkan doa sebagai bentuk penghormatan dan mengenang keluarga yang telah wafat.