GROBOGAN | KlikGenZ – Bencana banjir melanda wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut selama beberapa waktu terakhir. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 34 desa yang tersebar di tujuh kecamatan terendam air, mengakibatkan ribuan warga terdampak.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melaporkan bahwa sedikitnya 5.214 Kepala Keluarga (KK) merasakan dampak langsung dari musibah ini. Ketinggian air yang bervariasi tidak hanya menggenangi permukiman warga, tetapi juga lahan pertanian dan fasilitas publik.
Banjir dipicu oleh meluapnya beberapa aliran sungai utama di Grobogan yang tidak mampu lagi menampung debit air kiriman akibat hujan lebat dari wilayah hulu. Tujuh kecamatan yang terdampak cukup parah meliputi Kecamatan Grobogan, Purwodadi, Tawangharjo, Wirosari, Brati, Toroh, dan Karangrayung.
Selain merendam ribuan rumah, banjir juga menyebabkan akses transportasi di beberapa titik jalan penghubung antardesa terganggu. Luapan air yang masuk ke jalan raya memaksa pengendara untuk mencari rute alternatif atau nekat menerjang genangan.
Hingga saat ini, personel gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan masih bersiaga di lokasi kejadian untuk melakukan pemantauan serta evakuasi terhadap warga kelompok rentan, seperti lansia dan anak-anak. Pemerintah daerah juga mulai mendistribusikan bantuan logistik berupa bahan pangan dan perlengkapan darurat ke titik-titik pengungsian.
“Kami terus melakukan pendataan dan memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi. Fokus utama saat ini adalah keselamatan jiwa dan pemantauan debit air sungai,” ujar perwakilan pihak terkait dalam keterangannya, Senin (16/2).
Warga diimbau untuk tetap waspada mengingat prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan masih mungkin terjadi di wilayah Jawa Tengah dalam beberapa hari ke depan. BPBD meminta masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai untuk segera mengungsi jika ketinggian air terus meningkat secara signifikan.
Musibah banjir di Grobogan ini menjadi pengingat pentingnya normalisasi drainase dan penguatan tanggul sungai sebagai langkah preventif menghadapi cuaca ekstrem yang kerap melanda wilayah tersebut di awal tahun.







