PADANG PARIAMAN | KLIKGENZ – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Patamuan sejak Senin (16/02/2026) siang memicu bencana infrastruktur. Jalan penghubung antara Nagari Kampuang Tanjung Koto Mambang Sungai Durian dan Nagari Tandikek Selatan, Kabupaten Padang Pariaman, amblas akibat tergerus air.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Tanah penopang di bawah badan jalan terkikis derasnya aliran air, hingga menyisakan lapisan aspal tanpa fondasi. Kondisi tersebut membuat ruas jalan rawan ambles susulan dan membahayakan pengguna jalan.
Jalur Alternatif Strategis Terputus

Ruas jalan yang amblas ini merupakan akses alternatif vital penghubung antar nagari sekaligus jalur menuju Kecamatan 2×11 Enam Lingkung. Akibatnya, arus kendaraan roda empat tidak dapat melintas dan mobilitas warga terganggu, termasuk distribusi kebutuhan pokok.
Wali Nagari Kampuang Tanjung Koto Mambang Sungai Durian (KKS), Khairunas, menyatakan pihaknya langsung menutup akses demi keselamatan warga.
“Sementara waktu kendaraan dilarang melintas untuk menghindari risiko kecelakaan. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan mengikuti arahan petugas,” ujarnya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman segera turun tangan melakukan perbaikan permanen agar akses vital tersebut kembali normal.
Warga Bergerak Cepat Bangun Jembatan Darurat

Di tengah keterbatasan, semangat gotong royong warga menjadi solusi sementara. Pemerintah nagari bersama wali korong, pemuda, serta masyarakat membangun jembatan darurat menggunakan batang pohon pinang.
Pekerjaan dilakukan hingga malam hari. Kini, jembatan darurat tersebut sudah dapat dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua, meski dengan pembatasan dan kehati-hatian ekstra.
Khairunas mengapresiasi partisipasi masyarakat yang sigap membantu membuka kembali akses darurat.
“Kerja sama masyarakat sangat berarti agar aktivitas tetap berjalan sambil menunggu perbaikan dari pemerintah daerah,” katanya.
Camat Ingatkan Waspada Cuaca Ekstrem

Camat Patamuan, Wirman, turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta warga yang bergotong royong membangun jembatan sementara.
Ia mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan di tengah cuaca ekstrem, terutama yang bermukim di bantaran sungai, bawah tebing, dan kawasan perbukitan.
“Jika kondisi membahayakan, segera lakukan evakuasi mandiri dan laporkan kepada pemerintah nagari atau pihak terkait,” tegasnya.
Hingga kini, situasi di lokasi masih dipantau dan warga diimbau membatasi aktivitas di sekitar titik ambles untuk menghindari potensi longsor susulan. [*]








